KARAKTERISTIK FISIK KORIDOR KOMERSIAL ANTAR KOTA BARU DALAM KAITANNYA DENGAN PENATAAN PERIFERI KAWASAN TERSTRUKTUR DAN REGULASI - Kasus Studi: Koridor Serpong Tangerang Selatan
ABSTRAK: Masalah
urbanisasi, keterbatasan lahan,
dan permasalahan kota
lainnya menyebabkan perkembangan
fisik arsitektural di
perkotaan sulit untuk dikendalikan. Pengembangan
kota baru merupakan
salah satu strategi
yang dilakukan oleh pemerintah
untuk berbagai tujuan
termasuk pemerataan pembangunan
fisik maupun memperbaiki kualitas fisik arsitektural kota induk/kota utama
dengan menyediakan kota penunjang di wilayah yang berdekatan. Pada
kenyataannya terjadi gejala
ketidak seimbangan struktur
fisik kota akibat konsep
linkage yang tidak
dipikirkan dengan serius.
Karena pembentukan fisik arsitektural kota
membutuhkan waktu yang
panjang dan merupakan
akumulasi setiap tahap perkembangannya. Pengembangan
kota baru tidak
hanya menyangkut aspek fisik
spasial yang berkaitan
dengan arsitektur, geografi
dan demografi, tetapi dipengaruhi
pula oleh aspek
sosial dan budaya
dari lingkungan perkotaan yang
dikembangkan. Dengan demikian pengembangan
kota baru akan
menimbulkan dampak yang seharusnya diantisipasi
melalui perencanaan dan
perancangan penghubungnya, karena
berbagai masalah akan timbul terutama terhadap kualitas fisik arsitektural. Antara
lain tekanan urbanisasi yang tidak terkendali akan mengubah srtuktur kota kearah negatif,
dan mengakselerasi alih-fungsi
pada struktur, pola
ruang arsitektural dan wajah
permukiman. Sehingga muncul
fenomena pemadatan fisik, ketidak teraturan struktur ruang dan
berbagai hal negatif lainnya. Melalui
3 tahap, maka
penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi kondisi struktur fisik arsitektural kawasan
penyambung antara kota baru dan kota utama, agar ditemukan
kekuatan dan kelemahan
dalam proses perancangan
maupun pembangunannya. Tahap pertama adalah kegiatan identifikasi secara
detail tentang kondisi fisik kota baru,
penyambung dan kota
induk. Tahap kedua
menemukan kekuatan-kekuatan fisik
arsitektural yang ada dan kelemahan yang ada serta tahap ketiga menemukan aspek
khusus yang mempengaruhi perkembangan fisik arsitektur yang ideal dalam menghubungkan
kota induk dan kota baru.
Metode penelitian yang
akan digunakan dalam
penelitian ini adalah
: Pendekatan melalui kasus
studi sebagai unit
amatan, kerangka pemikiran,
prosedur penelitian,teknik
pengumpulan data, instrumen
penelitian, analisis dan
penarikan kesimpulan.
Penulis: Dr.Rumiati Rosaline
Tobing
Kode Jurnal: jptindustridd140348