IDENTIFIKASI FISIK ARSITEKTUR KAWASAN PERMUKIMAN ETNIS TEPI SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG BERDASARKAN ASPEK PERATURAN

ABSTRAK: Wujud  arsitektur  permukiman  di  tepi  sungai  merupakan  representasi  nila-nilai perilaku masyarakat yang tinggal di tepi sungai dengan berbagai aspek kehidupan yang melatarbelakangi  seperti  politik,  ekonomi,  sosial,  dan  budaya.  Sejarah  menyebutkan bahwa  kebijakan  mengenai  kawasan  permukiman  di  Indonesia  sudah  dimulai  sejak masa  Pra-Kolonial,  kemudian  berlanjut  pada  masa  Pemerintahan  Kolonial  Belanda, hingga  pada  masa  Pemerintahan  Republik  Indonesia.Kebijakan  pada  masa  Pra-Kolonial dan  masa  Kolonial  Belanda  lebih  menekankan  fungsi  sungai  sebagai  kekuatan  politik, ekonomi,  sosial,  dan  budaya.  Sedangkan  pada  masa  Pemerintahan  Republik  Indonesia, kebijakan  lebih  didasarkan  pada  fungsi  ekologis  sungai  yang  dirumuskan  dalam peraturan mengenai garis sempadan sungai.  Kebijakan  ini  menyatakan  bahwa  seluruh  bangunan  yang  berada  di  dalam  garis sempadan sungai harus ditertibkan agar aktifitas manusia dan fungsi sungai tidak saling terganggu.  Dalam  kesehariannya,  aktifitas  masyarakat  tepi  sungai  tidak  dapat dilepaskan  dari  keberadaan  sungai.  Secara  tidak  langsung,  kebijakan  ini  akan menghilangkan  tradisi  bermukim  masyarakat  tepi  sungai.  Padahal  tradisi  bermukim  di tepi  sungai  ini  merupakan  salah  satukekhasan  yang  menjadi  identitas  lokal  masyarakat Indonesia sebagai negara maritim. Dapat  dilihat  bahwa  aspek  politik  berperan  penting  dalam  proses  penataan lingkungan  fisik  dan  bangunan  permukiman  di  tepi  sungai.  Manifestasi  kekuasaan  di dalam  arsitektur  dapat  ditelaah  melalui  aspek  power,  program,  text,  dan  place  seperti yang  diungkapkan  oleh  Kim  Dovey.  Arsitektur  permukiman  di  tepi  sungai  juga  dapat ditelaah  melalui  indikator  desain  riverfront  yang  nantinya  dapat  digunakan  sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan kawasan permukiman di tepi sungai.    
Kata  Kunci:  Kebijakan,  Arsitektur  Tepi  sungai,  Tata  ruang  dan  bangunan,  Permukiman dan perumahan
Penulis: Dr.Purnama Salura
Kode Jurnal: jptindustridd140347

Artikel Terkait :