KAJIAN DAYA DUKUNG SUMBER AIR HUJAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA DEPOK

ABSTRAK: Perkembangan  suatu  kota  ditandai  dengan  meningkatnya  pertambahan  penduduk  dan  makin  lengkapnya fasilitas  kota untuk   menuju  kota metropolitan  yang mandiri  dengan harapan perkembangan  ekonomi  yang tinggi.  Depok  pada  tahun  2010  berpenduduk    1.675.213  jiwa  dibandingkan  dengan  jumlah penduduk  pada tahun 2000 sebesar 1.145.091 jiwa, maka sudah terjadi perkembangan penduduk kota depok sebesar 530.122 jiwa  dengan  pertambahan  sebesar    31,655  %  dalam  kurun  waktu  10  tahun  atau  rata-rata  perkembangan 3,64%  per  tahun.  Sejalan  dengan  pertumbuhan  penduduk  dan  meningkatnya  kegiatan  masyarakat mengakibatkan beberapa konsekuensi perubahan fungsi lahan meliputi, kebutuhan lahan untuk pembangunan daerah pemukiman dan fasilitas – fasilitas lainnya.  Seterusnya juga  memacu perubahan penggunaan lahan, khusus lahan yang tadinya sebagai ruang terbuka hijau (rth) berubah menjadi ruang tertutup bangunan (nonrth). Dampak lain dari pertumbuhan penduduk adalah meningkatnya kebutuhan akan air untuk menjalankan kehidupan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya dukung sumber air hujan terhadap rencana tata ruang wilayah kota depok tahun 2010. Dikota depok terdapat sumber-sumber air yaitu kali, situ dan air tanah. Saat ini  pemakaian air tanah lebih dominan sebesar 82,5% dari total penduduk memakai air tanah dari pada air permukaan.  Hal ini dikarenakan  keterbatasan pasokan dari perusahaan daerah air minum (pdam) kota depok disamping air permukaan yang ada berkualitas kurang baik, sehingga perlu pengolahan lengkap lebih dahulu untuk mendapatkan air yang memenuhi persyaratan kualitas kesehatan. Menurut hasil penelitian potensi sumber air hujan sangat mencukupi  karena curah hujan dikota depok sangat tinggi  (1106-4579  mm)  per  tahun,  sehingga  menghasilkan  nilai  surplus  debit  andalan  di  masing-masing luasan kecamatan,  kecuali kecamatan beji  terjadi  defisit pada bulan september dan oktober.
Kata kunci: sumber air hujan, curah hujan, rencana tata ruang wilayah
Penulis: JASURI SA’AT
Kode Jurnal: jptsipildd140218

Artikel Terkait :