Implementasi Metode Six Sigma DMAIC untuk Mengurangi Paint Bucket Cacat di PT X
Abstrak: PT X merupakan
perusahaan yang memproduksi paint bucket (ember cat) yang terdiri dari tiga
jenis paint bucket, yaitu bucket polos, lid (tutup bucket) dan bucket berlabel.
Persentase bucket polos cacat sebesar 1,95%, persentase lid cacat sebesar 0,65%
dan persentase bucket berlabel cacat sebesar 6,28%. Peningkatan kualitas paint
bucket dilakukan dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC. Pada tahap D
(Define) dilakukan pembuatan deskripsi proses produksi, pembuatan diagram SIPOC
dan penentuan critical to quality (CTQ). CTQ untuk bucket polos dan lid
diperoleh sebanyak dua buah, sedangkan CTQ untuk bucket berlambel sebanyak
delapan buah. Pada tahap M (Measure) dilakukan pengukuran performansi sebelum
perbaikan berupa rata-rata DPMO. Rata-rata DPMO bucket polos, lid dan bucket
berlabel berturut-turut sebesar 7.591,88, 3.420,77 dan 8.109,44. Pada tahap A
(Analyze) dilakukan penentuan prioritas perbaikan CTQ dengan membuat diagram
Pareto dan mencari penyebab terjadinya cacat pada bucket polos, lid dan bucket
berlabel. Berdasarkan diagram Pareto, penelitian fokus memperbaiki 1 jenis
cacat pada bucket polos dan lid, yaitu cacat susut dan 5 cacat pada bucket
berlabel, yaitu perbedaan tinggi pada pertemuan foil, foil terkelupas, foil
hanya menempel sebagian, penempelan tidak menghasilkan pertemuan foil dan
bintik putih. Setelah diketahui penyebab terjadinya jenis cacat, dilakukan tahap
I (Improve). Tindakan perbaikan yang dilakukan adalah penggunaan infrared
thermometer, pembuatan alat bantu, penggunaan microfiber gloves, pembersihan
jalur keluar bucket polos, dan lain-lain. Setelah dilakukan perbaikan,
dilakukan tahap C (Control). Tindakan perbaikan mengakibatkan terjadinya penurunan
nilai rata-rata DPMO pada bucket polos, lid dan bucket berlabel, yaitu
berturut-turut sebesar 2.621,54, 1.169, dan 713,69.
Penulis: Hanky Fransiscus,
Cynthia Prithadevi Juwono, Isabelle Sarah Astari
Kode Jurnal: jptindustridd140351