IMPLEMENTASI JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA KECELAKAAN AKIBAT KERJA (STUDI KASUS: PT. ADI PUTRO WIRASEJATI)
Abstrak: PT Adi Putro
Wirasejati dalam proses produksinya yang banyak menggunakan mesin – mesin dan
alat – alat berat seringkali terjadi kasus kecelakaan kerja. Data tahun 2012
menunjukkan terjadi sebanyak 117 kasus kecelakaan kerja dan pada tahun 2013
terjadi sebanyak 83 kasus kecelakaan kerja. Perbandingan data kecelakaan dari
tahun 2013 dengan tahun 2012 menunjukkan bahwa kasus kecelakaan yang terjadi
pada tahun 2013 hampir sama dengan kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada
tahun sebelumnya. Sehingga dalam upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya
kasus kecelakaan kerja yang sama maka perlu dilakukan analisa untuk mencari
prioritas penanganan terhadap jenis pekerjaan yang nantinya digunakan untuk
mengevaluasi keamanan kinerja serta mencegah kecelakaan. Dalam penelitian ini
upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja akan dilakukan dengan
pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan JSA (Job Safety
Analysis). Terdapat 24 jenis kecelakaan kerja di PT Adi Putro dan setelah
dilakukan perhitungan RPN didapatkan 3 jenis kecelakaan kerja yang harus
diprioritaskan untuk ditangani lebih lanjut menggunakan pendekatan JSA, yaitu
mata terkena gram gerinda, mata terkena gram bor, dan mata merah setelah proses
pengelasan. Berdasarkan analisis JSA diketahui bahwa pada mesin gerinda tangan
terdapat 16 potensi bahaya, pada mesin bor tangan terdapat 14 potensi bahaya,
dan dari aktivitas las mig terdapat 16 potensi bahaya dimana diantaranya bahaya
dari keselamatan yang bersifat mechanical, dan electrical serta bahaya
kesehatan yang bersifat physical. Sehingga rekomendasi alat pelindung diri yang
diberikan untuk melakukan proses menggerinda yaitu safety goggles, face
shields, masker, ear plug, safety gloves, wearpack, safety shoes dan safety
helmet. Alat pelindung diri untuk proses pengeboran yaitu safety helmet, safety
goggles, face shileds, masker, ear plug, safety gloves, dan safety shoes. Alat
pelindung diri untuk pengelasan yaitu apron, kedok las, safety goggles, masker,
ear plug, safety gloves, safety shoes, wearpack dan safety helmet.
Penulis: Andhini Dwi Pertiwi,
Sugiono Sugiono, Remba Yanuar Efranto
Kode Jurnal: jptindustridd150055