FORMULASI NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK MINYAK SAWIT
Abstrak: Pada suatu
rantai pasok agroindustri
minyak sawit (RPMS),
petani menjual tandan
buah segar (TBS) ke
pabrik CPO melalui
pedagang/pemasok. Pabrik CPO
merubah TBS menjadi CPO.
CPO dijual ke
refinery (pabrik minyak
goreng), yang merubah
CPO menjadi minyak goreng, dan
menjualnya melalui distributor
kepada para konsumen.
Setiap anggota RPMS akan berusaha untuk mengoptimumkan nilai
tambahnya masing-masing. Tujuan
penulisan makalah ini adalah
menyusun formula perhitungan
nilai tambah RPMS
yang dipengaruhi oleh tingkat
risiko, tingkat investasi
dan tingkat teknologi
yang terkait dengan
masing-masing pelaku rantai
pasok. Untuk mengusahakan
distribusi yang adil
dari imbalan maka digunakan pendekatan stakeholder
dialogue. Harga jual dinegosiasikan diantara para pelaku RPMS sampai
didapat suatu nilai
yang memuaskan semua
pihak, yang ditentukan berdasarkan utilitas
nilai tambah yang
optimum. Penelitian ini
penting karena model
yang dikembangkan dapat memfasilitasi formula yang lebih baik untuk
menghitung distribusi nillia tambah
yang adil, sehingga
akan dicapai keberlangsungan usaha
dan meningkatnya nilai tambah total dari RPMS.
Penulis: Syarif Hidayat,
Nunung Nurhasanah, Rizki Ayuning Prasongko
Kode Jurnal: jptindustridd140078