EFEKTIFITAS APLIKASI AIR SENI SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK SULUR TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan jenis sulur tanaman cabe jamu yang terbaik sebagai
bahan setek serta untuk mengetahui efektifitas pupuk air seni sapi dalam meningkatkan
pertumbuhan setek. Penelitian dilaksanakan
pada musim kemarau 2008 di desa Demangan kabupaten Bangkalan dengan ketinggian
20-50 m di atas permukaan laut (dpl), suhu 25-33oC dan pH tanah
5,5-6,5. Penelitian dirancang secara
faktorial, terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali dengan menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor
pertama adalah jenis setek sulur yang terdiri dari : setek sulur tanah (S1),
setek sulur panjat (S2), setek sulur buah (S3) dan faktor kedua adalah aplikasi
pupuk air seni sapi yang terdiri dari :
tanpa air seni sapi (P0), air seni sapi segar (P1), air seni sapi yang telah difermentasi dengan
EM4 (P2) masing-masing dengan dosis 2
ml/20 ml air/tanaman yang diberikan setiap 2 minggu sekali sampai setek berumur
12 minggu setelah tanam (MST). Parameter
yang diamati meliputi saat munculnya tunas,
jumlah daun dan luas daun tanaman, jumlah akar serta berat kering total
tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh interaksi antara 2
faktor yang dicoba terhadap jumlah akar dan berat kering total tanaman, parameter
luas daun hanya dipengaruhi oleh faktor jenis setek sulur dan saat munculnya
tunas serta jumlah daun tidak dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. Keberhasilan setek sulur panjat sebagai
bahan bibit tanaman cabe jamu paling baik
dibandingkan setek sulur tanah dan stek sulur buah karena menghasilkan luas
daun, jumlah akar dan berat kering total yang lebih tinggi. Pemberian pupuk air
seni sapi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan setek, dimana air seni sapi fermentasi
lebih baik pengaruhnya dibandingkan air seni sapi segar
Penulis: Sinar Suryawati,
Sucipto dan Nur Syamsiyah
Kode Jurnal: jppertaniandd090075