ANALISIS STABILITAS LERENG MEMAKAI PERKUATAN SOIL NAILING DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK SLOPE/W (STUDI KASUS PADA SUNGAI PARIT RAYA)
ABSTRACT: Indonesia memiliki
kondisi geologis dan geografis yang beragam. Kondisi yang beragam tersebut membuat daerah berbukit dan lereng
banyak digunakan sebagai tempat tinggal. Banyak kondisi tanah dan lereng yang
tidak stabil. Sehingga berpotensi terjadi longsor. Oleh karena itu, harus ada
perkuatan pada kondisi tanah seperti itu sebagai cara untuk mengatasi masalah
tersebut. Pada awalnya, pemerintah sudah membangun dinding penahan tanah di
tepi lereng tersebut, tetapi masih belum memadai dan belum mampu menahan
kelongsoran tanah di daerah tersebut. Melalui analisis data yang diperoleh,
diketahui dinding penahan tanah dengan panjang 375 m dengan ketinggian antara 8
m sampai dengan 8,5 m mengalami
kerusakan pada bagian struktur sepanjang
90 m dikarenakan pergeseran tanah pada daerah tersebut. Pada perbaikan
diperoleh desain perkuatan soil nailing dengan diameter baja ulir 0,032 m,
diameter injeksi semen 0,3 m, jumlah tulangan vertikal yang dipakai 8 m, spasi
jarak tulangan baja vertikal 1 m dan horisontal 2 m, panjang tulangan baja ulir
yang digunakan ialah 3 batang ulir dari puncak lereng 10 m dan 5 batang ulir
dari dasar lereng 12 m. Dari hasil analisa dengan menggunakan SLOPE/W diperoleh
desain tersebut mampu menahan kelongsoran dengan angka keamanan yang didapatkan ialah 1,575. Selain itu hasil
dari desain tersebut diperoleh anggaran biaya senilai: Rp 1.993.665.000,00
(Satu Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tiga Enam Ratus Enam Puluh Lima Ribu
Rupiah).
Penulis: Tatag Yufitra Rus,
Widodo Suyadi, As’ad Munawir
Kode Jurnal: jptsipildd140179