ANALISA TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PERKERASAN PORUS DENGAN SKALA SEMI LAPANGAN DAN SOFTWARE ANSYS
ABSTRACT: Perkerasan porus
merupakan perkerasan yang mengijinkan air masuk kedalam lapisan perkerasan
untuk dialirkan kedalam tanah karena memiliki porositas dan permeabilitas yang
tinggi. Namun, hal ini menyebabkan ikatan agregat perkerasan lebih lemah
sehingga kekuatannya pun berkurang. Maka, perlu dilakukan penelitian terkait
perilaku perkerasan porus yaitu tegangan dan regangan aspal porus dalam
menerima beban. Untuk itu, penulis mengadakan penelitian dengan tujuan mengukur
regangan pada struktur perkerasan porus skala semi lapangan yang diberi beban
dinamis dan beban statis, mengukur tegangan dan regangan struktur perkerasan
porus dengan ANSYS dan membandingkan hasil regangan antara pengukuran skala
semi lapangan dengan pengukuran menggunakan software ANSYS.
Pada penelitian ini, digunakan kriteria perkerasan yang menyerupai
kondisi sesungguhnya baik pada beban, material, maupun ketebalannya. Beban yang
digunakan merupakan beban satu roda sebesar 17 kg/cm2. Material subbase berupa
batu pecah dengan gradasi kelas B, base berupa batu pecah gradasi kelas A, dan
surface berupa aspal porus dengan tambahan 8% additive gilsonite. Metodologi
penelitian pada pengukuran regangan perkerasan porus skala semi lapangan yaitu
regangan dan tegangan yang diukur hanya pada bagian bawah aspal porus. Pertama,
perkerasan porus diberikan beban dinamis lalu nilai regangan dibaca setiap 50
kali lintasan hingga 1000 lintasan. Selanjutnya, regangan juga diukur
menggunakan beban statis. Sedangkan
untuk Finite Element Method dilakukan pengukuran tegangan dan regangan dengan
beban statis. Regangan dari pengukuran dengan skala semi lapangan menggunakan
beban dinamis, pengukuran dengan skala semi lapangan menggunakan beban statis,
dan regangan dari ANSYS dibandingkan satu sama lain.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa regangan yang terjadi pada bagian
bawah aspal adalah regangan tarik. Namun, pemberian beban dinamis dan beban
statis menyebabkan nilai regangan yang berbeda. Pada analisis ANSYS, tegangan
berupa tarik dimana nilai maksimum berada tepat dibawah roda dan akan semakin
berkurang seiring dengan jaraknya terhadap beban roda. Regangan dari analisis
ANSYS dengan beban statis mendapat nilai yang berbeda dengan hasil regangan
dari pengukuran skala semi lapangan yang diberi beban statis dan beban dinamis
karena pengaruh perlakuan beban dan karakteristik material.
Penulis: Ela Firda Amaliyah,
Tyas Ayu Widiningrum, Ludfi Djakfar, Harimurti
Kode Jurnal: jptsipildd140186