Analisa Pertumbuhan Beban Terhadap Ketersediaan Energi Listrik di Sistem Kelistrikan Sulawesi Selatan

Abstract: Dalam sistem kelistrikan strategi perkiraan pertumbuhan beban dan penyediaan daya sangat dibutuhkan, dikarenakan kebutuhan masyarakat akan energi listrik terus bertumbuh setiap tahunnya. Disamping pertumbuhan penduduk, faktor ekonomi suatu daerah juga diyakini sebagai salah satu faktor pemicu meningkatnya konsumsi energi listrik di daerah tersebut. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin agar ketersediaan energi listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup.
Tugas akhir ini bertujuan untuk memproyeksikan jumlah pelanggan energi listrik, kebutuhan energi listrik, produksi energi listrik dan beban puncak, di Sulawesi Selatan tahun 2013 sampai tahun 2017 menggunakan perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternatives Planning System). Selain itu, akan ditentukan jadwal penambahan kapasitas pembangkit bila terjadi kekurangan pasokan energi listrik sesuai dengan hasil proyeksi, serta mengkaji potensi sumber energi primer yang ada di Sulawesi Selatan.
Hasil proyeksi jumlah pelanggan energi listrik di Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan dari tahun 2013 – 2017 , dengan pertumbuhan rata – rata sebesar 6.12 persen per tahun atau meningkat dari 1,566,389.75 pelanggan pada tahun 2013 menjadi 1,986,773.15 pelanggan pada tahun 2017, pertumbuhan rata – rata konsumsi energi listrik selama periode tersebut sebesar 12.95 persen per tahun dengan total konsumsi pada tahun 2017 sebesar 6,513,880.42 MWh. Proyeksi produksi energi listrik juga meningkat sesuai dengan peningkatan konsumsi energi listrik dengan pertumbuhan rata – rata 13.1 persen per tahun atau sebesar 7,336,253.33 MWh pada tahun 2017. Hasil proyeksi beban puncak bertumbuh rata – rata 12.98 persen per tahun, dengan total kebutuhan energi listrik pada tahun 2017 sebesar 1,323.02 MW.
Berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan energi listrik Sulawesi Selatan tahun 2013 – 2017, untuk dapat memenuhi kebutuhan energi listrik sampai tahun 2017, maka direncanakan penambahan kapasitas pembangkit dijadwalkan dilakukan secara bertahap dari tahun 2014 sampai tahun 2016, dengan rencana penambahan kapasitas pembangkit sebesar 330 MW. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki banyak potensi energi primer yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengembangan pembangkit listrik, diantaranya: energi air yang dapat dimanfaatkan menjadi PLTA mencapai 1,835.8 MW dan PLTM sebesar 68.84 MW, gas alam dengan cadangan terukur sebesar 377.3 BSCF, batu bara dengan cadangan terukur 5.2 juta ton dan panas bumi dengan kapasitas mencapai 1,950 MW.
Kata Kunci: Energi listrik, Kebutuhan energi listrik, Ketersediaan energi listrik, LEAP, Potensi energi primer
Penulis: Chandra P. Putra, Maickel Tuegeh, Hans Tumaliang, Lily S. Patras
Kode Jurnal: jptkomputerdd140037

Artikel Terkait :