POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH KEMLOKO (Phyllanthus emblica L.) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN

ABSTRAK: Tanaman  KemLoko  (Phyllanthus  emblica  L.)  merupakan  tanaman  yang  sering digunakan  oleh  masyarakat  sebagai  bahan  obat  tradisional.  Aktivitas  biologis  tanaman tersebut diduga disebabkan  oleh keberadaan  senyawa-senyawa  kelompok  fenolat, terutama golongan  flavonoid.  Riset  mengenai  analisis  kandungan  senyawa  fenolat,  flavonoid  dan aktivitas antioksidan dari  ekstrak beserta fraksi-fraksi dari  buah kemLoko  dari  Kabupaten Kendal,  Jawa  Tengah,  Indonesia,  untuk  pertama  kalinya  dilaporkan  pada  publikasi  ini. Buah  kemLoko  kering  dimaserasi  dalam   metanol,  diikuti  partisi  dengan  gradien  pelarut sehingga diperoleh fraksi  n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Analisis  fenolat  total ,  flavonoid  total   dan  aktivitas  peredaman  radikal  DPPH  dilakukan terhadap  ekstrak  atau  fraksi  yang  menunjukan  test  positif  fenolat  dan  flavonoid.  Hasil enelitian menunjukkan bahwa fraksi  n-heksana dan fraksi diklorometana  negatif  pada uji fenol at  dan  flavonoid.  Kandungan  fenolat  total  ekstrak  metanol,  fraksi  etil  asetat  dan fraksi air berturut turut  adalah  351,  436  dan  111  mg ekuaivalen  asam galat/g  ekstrak atau fraksi, sedangkan  flavonoid  total   berturut-turut  200,  216    dan  70  mg ekuivalen  quercetin/g ekstrak atau fraksi. Aktivitas antioksidan  ketiga sampel uji tersebut memiliki  IC50berkisar 58,4  sampai  120,9.  Fraksi  etil  asetat  merupakan  sampel  uji  yang  paling  aktif  sebagai antioksidan, selain memiliki kadar fenolat total dan flavonoid total tertinggi.
Kata kunci: kemLoko, Phyllantus emblica, fenolat total , flavonoid total , antioxidan
Penulis: Meiny Suzery,  Citra Agustina Isnaning, , Bambang Cahyono
Kode Jurnal: jpkimiadd130260

Artikel Terkait :