PERBANDINGAN LIMBAH DAN LUMPUR AKTIF TERHADAP PENGARUH SISTEM AERASI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CPO
ABSTRACT: Limbah cair kelapa
sawit berasal dari unit proses pengukusan, proses klarifikasi dan buangan dari
hidrosiklon. Pada umumnya, limbah cair kelapa sawit mengandung bahan organik
yang tinggi seperti 34,20% ekstrak tanpa N (komposisi kimia) dan 13,19 %
Glutamit Asam (komposisi asam amino)sehingga potensial mencemari air tanah dan
badan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem aerasi
pada limbah CPO dan lumpur aktif dalam bak aerasi sehingga didapat penurunan
konsentrasi BOD5, COD dan pH effluen serta mengetahui variasi perbandingan
volume antara limbah CPO dengan lumpur aktif (activated sludge) terhadap
optimalisasi penurunan nilai konsentrasiBOD5, COD dan pH effluen.Pada
penelitian ini, limbah cair CPO dan lumpur aktif dimasukkan kedalam bioreaktor
dengan variasi perbandingan volume. Kemudian masing-masing bioreaktor diaerasi
dengan menggunakan aerator dan dilakukan pengamatan sistem aerasi terhadap
penurunan nilai BOD5, COD, dan pH nya dengan menggunakan lumpur aktif. Hasil
analisa didapatkan nilai optimum terjadi pada bioreaktor C (8:2)v/v dimana
perbandingan antara limbah CPO dengan penambahan lumpur aktif lebih sedikit,
nilai BOD5 22,4 mg/L dari nilai awal 25,6 mg/L, nilai COD 42,5953 mg/L dari
nilai sampel awal 65,77 mg/L begitu pula nilai MLSS dan MLVSS meningkat pada
Bioreaktor C dari 52690 mg/L menjadi 71060 mg/L.
Penulis: Febrina Rantifa Sari,
Raudhah Annisa, Abubakar Tuhuloula
Kode Jurnal: jpkimiadd130395