PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA SMA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI PENGUKURAN BESARAN FISIKA
Abstract: Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar Fisika berupa modul
pendekatan pembelajaran kontekstual dengan materi Pengukuran Besaran Fisika
untuk SMA kelas X yang memenuhi kriteria baik.Penelitian yang menggunakan
pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif ini merupakan penelitian
pengembangan berdasarkan model yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Prosedur
pengembangan penelitian ini meliputi: (1).Penelitian dan megumpulkan informasi,
(2).Perencanaan, (3).Pengembangan draft produk, (4).Uji coba lapangan awal,
(5).Merevisi hasil uji coba lapangan awal, dan (6).Uji coba lapangan utama.
Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan observasi. Data-data
yang diperoleh berasal dari validator yang terdiri atas 2 dosen ahli, 2 guru
sebagai reviewer dan 2 peer reviewer serta responden yang terdiri atas 10 siswa
dariSMA Negeri 1 Simo dan 30 siswa yang berasal dari lima SMA yaitu SMA Negeri
1 Simo, SMA Negeri Karanggede, SMA Negeri 2 Boyolali, SMA Bhineka Karya Simo
dan SMA Negeri 2 Simo.Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penilaian
skor standar dari Saifudin Azwar yang kemudian dibagi menjadi lima
kategori.Teknik analisis data kualitatif yang digunakan yakni model interaktif
dari Miles dan Huberman yang melalui tahap reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasandapat
disimpulkan bahwa: Pengembangan bahan ajar pembelajaran Fisika yang berupa
modul materi Pengukuran Besaran Fisika kelas Xsecara umum sudah sangat baik
dengan kesesuaian hasil validasi ke ahli, peer reviewer dan reviewer dalam aspek kelayakan isi, bahasa dan gambar,
penyajian serta kegrafisan. Hasil validasi menujukkan bahwa ahli I dan ahli II
memberi skor total yakni 92 (Sangat baik), reviewer I dan II masing-masing
memberi skor 86 dan 85 (Sangat Baik), sedangkan peer reviewer I memberi skor 82
(Baik) dan peer reviewer II sebesar 98 (sangat baik). Hasil ujicoba dalam
lapangan awal dan utama dengan hasil yang sangat baik. Hal ini terbukti bahwa
dari 4 siswa yang menilai baik dan 6siswamenilai sangat baik dalam uji coba
lapangan awal yang dilakukan kepada 10 siswa serta 7 siswa menilai baik dan 23 siswa menilai sangat baik dalam
uji coba lapangan utama yang dilakukan kepada 30 siswa.
Penulis: Meta Kuswandari,
Widha Sunarno, Supurwoko
Kode Jurnal: jpfisikadd130287