PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP BERAT OLEORESIN JAHE YANG DIPEROLEH DALAM BERBAGAI JUMLAH PELARUT ORGANIK (METHANOL)
Abstrak: Salah satu
keunggulan hasil pengolahan
jahe adalah oleoresin.
Oleoresin biasanya digunakan dalam industri makanan sebagai
penambah cita rasa masakan, juga digunakan dalam pengobatan. Oleoresin didapat
dari ekstraksi bubuk jahe dengan menggunakan pelarut organik (methanol). Untuk mendapatkan
oleoresin jahe dapat
dilakukan dengan proses
ekstraksi. Hasil dari
ekstraksi jahe merah kemudian didistilasi untuk memisahkan pelarut yang
masih bercampur dengan bubuk jahe. Proses
distilasi dilakukan pada
temperature 700C untuk
pelarut methanol,fungsinya adalah
untuk mengkondensasikan
filtrate oleoresin. Tujuannya
adalah untuk menguapkan
dan mengambil kembali methanol yang masih bercampur dengan
oleoresin jahe. Variable yang digunakan
pada penelitian ini
adalah ukuran partikel
bubuk jahe (125
µm (115 mesh), 250 µm (60 mesh)),
volume pelarut (80ml, 120ml, 160 ml) dan juga lamanya waktu ekstraksi (3, 3½, 4,
4½, 5jam).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu ekstraksi, maka
rendemen oleoresin yang dihasilkan akan semakin menurun. Hasil oleoresin
terbesar (1,9188 gram) diperoleh pada waktu ekstraksi3 jam, volume pelarut 160
ml, dan ukuran partikel 125µm (115 mesh).
Penulis: M. Djoni Bustan, Ria
Febriyani dan Halomoan Pakpahan
Kode Jurnal: jpkimiadd080046