PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI KOLANG KALING

ABSTRAK: Penggunanan plastik sebagai bahan pengemas saat inisudah tidak dapat dipertahankan lagi. Selain dapat merusak lingkungan, plastik juga dapat membahayakan kesehatan konsumen karena dapat mencemari produk.  Hal  ini  mendorong  dilakukannya  penelitian  dan  pengembangan  teknologi  bahan  kemasan  yang “biodegradable”.  Pengembangan  teknologi  bahan  kemasan  biodegradable  terarah  pada  usaha  untuk membuat  bahan  kemasan  yang  memiliki  sifat  seperti  plastik  yang  berbahan  dasar  dari  bahan  alam  dan mudah terurai yang disebut dengan“edible film”.
Edible film  merupakan suatu  lapisan  tipis  yang terbuat  dari  bahan-bahan  yang  dapat dikonsumsi dan digunakan untuk mengemas produk pangan. Edible film yang dibuat pada penelitian ini berbahan dasar kolang  kaling,  yang  ditambah  dengan  plasticizer  dan juga  lilin  lebah.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  pembuatan  edible  film  dari  kolang  kaling serta  pengaruh  suhu, jumlah  plasticizer  dan  jumlah lilin  lebah  pada  pembuatan  edible  film.  Proses  pembuatan  edible  film  terdiri  dari  pembentukan  emulsi, casting dan  pengeringan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  semakin tinggi suhu yang dipakai maka kadar air, ketebalan dan kuat tarik edible film menurun sedangkan persen perpanjangan meningkat. Semakin banyak jumlah gliserol maka kadar air dan persen perpanjangan edible film meningkat sedangkan kuat tarik dan ketebalan edible film menurun. Semakin banyak jumlah lilin lebah maka kadar air, kuat tarik, dan persen perpanjangan edible film menurun sedangkan ketebalan edible film meningkat. Nilai optimum untuk kadar air,  ketebalan,  kuat  tarik  serta  persen  perpanjangan  yaitu  4,88%,  0.0166  cm,  0.102  Kgf.cm-2,  dan  22%. Perlakuan terbaik adalah edible film dengan penggunaan suhu 80oC, gliserol sebanyak 2 % (b/v) dan lilin lebah  sebanyak  2  %  (b/v)  karena  edible  filmnya  memiliki  nilai  yang  tinggi  untuk  kuat  tarik  dan  persen perpanjangan sedangkan kadar air dan ketebalannya mempunyai nilai yang rendah.
Kata kunci: Edible film, kolang kaling
Penulis: Tuti Indah Sari, Hotman P. Manurung, dan Fery Permadi
Kode Jurnal: jpkimiadd080047

Artikel Terkait :