PENGARUH SUHU, WAKTU DAN KONSENTRASI PELARUT PADA EKSTRAKSI MINYAK KACANG KEDELAI SEBAGAI PENYEDIA VITAMIN E
Abstrak: Kacang kedelai
memiliki daya adaptasi yang cukup luas terhadap kondisi iklim dan tanah di daerah
tropis, sehingga dapat ditanam atau dikembangkan di berbagai daerah atau
wilayah Indonesia. Kacang kedelai dapat tumbuh dan bereproduksi baik di dataran
rendah sampai dataran tinggi kira-kira 2000
meter dpl, diutamakan
lahannya terbuka dan
mendapat sinar matahari
yang cukup. Kedelai memiliki kandungan gizi yang cukup
kompleks, salah satunya adalah vitamin E.
Pada penelitian ini dilakukan metode ekstraksi dengan pelarut etanol
konsentrasi 80 %, 85 % dan 100 %,
lama ekstraksi 1
jam, 1,5 jam
dan 2 jam
dan suhu ekstraksi
85oC dan 100oC untuk memisahkan minyak kacang kedelai dari biji kacang kedelai. Proses ini
dilanjutkan dengan destilasi pada suhu ± 100oC selama 1,5 jam untuk
memisahkan pelarut dan minyak kacang kedelai hasil proses ekstraksi. Minyak ini
nantinya dipakai sebagai penyedia Vitamin E.
Penulis: M. Yusuf Thoha, Arfan
Nazhri S, Nursallya
Kdoe Jurnal: jpkimiadd080029