PENGARUH PENAMBAHAN H3PO4 DAN RESIN KATION – ANION TERHADAP PERSEN TOTAL GLISEROL HASIL SAMPING PEMBUATAN BIODIESEL

Abstract: Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting yang menghasilkan keuntungan besar di Indonesia. Kelapa sawit dapat diolah menjadi bahan bahan bakar alternatif masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Pembuatan biodiesel dari kelapa sawit(CPO) menghasilkan produk samping berupa residu gliserol (crude gliserol) yang tingkat kemurniannya sangat rendah. Residu glisrol yang masih mengandung pengotor tidak dapat dimanfaatkan secara langsung maka dilakukan proses pemurnian gliserol. Pada penelitian ini crude gliserol direaksikan dengan asam fosfat (H3PO4) kemudian ditambahkan natrium hidroksida (NaOH) dan resin kation anion sebagai penyerap sisa garam fosfat.Untuk mencapai hasil yang lebih baik maka ditambahkan bentonit.Variasi yang dilakukan terhadap volume H3PO4 dan berat resin kation – anion untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap % total gliserol yang dihasilkan. Analisa kemurnian gliserol dilakukan untuk menentukan densitas gliserol dan % total gliserol yang dihasilkan. Dari variasi volume H3PO4 dan berat resin kation – anion yang dilakukan pada penelitian ini, maka diperoleh % total gliserol yang terbaik pada 180 ml H3PO4 dan 10 gram resin kation – anion yaitu 94,5 gr/ml.
Kata kunci: minyak kelapa sawit, gliserol, H3PO4, resin kation-anion
Penulis: Rahmi Hidayati, Arif Hidayat Allah, Susila Arita
Kode Jurnal: jpkimiadd120150

Artikel Terkait :