PENERAPAN ELEKTROOSMOSIS UNTUK PENGERINGAN SLUDGE DARI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

Abstract: Pengolahan limbah cair menghasilkan residu berupa bahan semi padat yang dikenal sebagai sludge. Sludge tersebut juga perlu dikelola penyimpanan dan pembuangannya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu pengelolaan sludge yang perlu dilakukan adalah pengeringan (dewatering). Salahsatu teknik dewatering yang mungkin diterapkan ialah teknik elektroosmosis, yaitu teknik yang memanfaatkan adanya pergerakan air pada media poros di dalam medan istrik searah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari parameter sistem dewatering secara elektroosmosis yang dapat menurunkan kadar air sludge paling efisien dan untuk mengetahui pengaruh elektroosmosis terhadap karakteristik kimia sludge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengeringan sludge terjadi pada jenis sludge IPAL TPA namun tidak pada jenis lumpur PDAM; (2) tegangan listrik searah sekitar 30 volt merupakan tegangan optimum; (3) katoda batang tembaga menghasilkan proses elektroosmosis yang sebanding katoda batang stainless steel dan lebih baik dibanding katoda stainless steel anyam; (4) waktu pengeringan dari kadar air awal 1200% (b/b) hingga kadar air akhir sekitar 400% untuk volume sludge 2500 cm3 (skala laboratorium) sekitar 40 jam; (5) anoda perlu dipindahkan secara bertahap mendekati katoda karena arus terputus pada saat sludge di titik anoda mencapai kadar air sekitar 400% dan mengalami pengerutan; dan (6) kadar beberapa unsur kimia dalam sludge menurun secara signifikan setelah perlakuan.
Keywords: dewatering; elektroosmosis; sludge; limbah
Penulis: Darmawan, Dyah Tjahyandari Suryaningtyas, Juniska Muria Sariningpuri
Kode Jurnal: jpkimiadd130352

Artikel Terkait :