PENENTUAN KREATININ DALAM URIN SECARA KOLORIMETRI DENGAN SEQUENTIAL INJECTION-FLOW REVERSAL MIXING (SI-FRM)
Abstract: Sequential injection
analysis (SIA), generasi kedua dari sistem injeksi alir telahdikembangkan untuk
penentuan kreatinin sebagai indeks medis kegagalan ginjalkronis. Pendeteksian
kreatinin didasarkan pada reaksi Jaffe yang terjadi antarakreatinin dan asam pikrat
dalam medium basa untuk membentuk senyawaberwarna merah-oranye. Absorbansi dari
senyawa yang terbentuk diukur padapanjang gelombang 530 nm. Dalam penelitian
ini, suatu konsep baru dari SIAyang disebut “lab-at-valve” dikembangkan dengan
menambahkan suatu ValveMixing sebagai tempat untuk memaksimalkan pembentukan
senyawa antarakreatinin dan alkali-pikrat. Parameter-parameter yang
mempengaruhi metode iniantara lain laju alir produk, waktu delay, volume
sampel, volume reagen,konsentrasi reagen dan senyawa pengganggu telah
dipelajari secara rinci. Darihasil penelitian diperoleh bahwa kondisi optimum
akan tercapai pada laju alir 20μL/detik, waktu delay 5 detik, komposisi
penggunaan 100 μL sampel dengan 300μL reagen (asam pikrat 0,03 M dan NaOH 3 %)
sehingga limit deteksi padapenentuan kreatinin yang dihasilkan sebesar 3,01
μg/g. Aplikasi dari metode iniditujukan untuk penentuan kreatinin dalam sampel
urin.
Penulis: Hermin Sulistyarti,
Akhmad Sabarudin, Yudha Ikoma Istanti, Eka Ratri Noor Wulandari
Kode Jurnal: jpkimiadd110083