Penentuan Kondisi Optimum Proses Degradasi Zat Warna Methylene Blue Pada Reaktor Fotokatalitik TiO2 – PEG
Abstract: Methylene Blue
merupakan zat warna dasar yang penting dalam proses pewarnaan kulit, kain mori,
dan kain katun. Pembuangan zat warna ini ke lingkungan perairan menjadi ancaman
serius bagi organism aquatik di dalamnya. Proses fotokatalitik dengan
semikonduktor TiO2merupakan teknologi yang potensial dalam memineralisasi
zat-zat berbahaya yang sulit dibiodegradasi. Penelitian ini bertujuan
menentukan jumlah kolom gelas dan lama penyinaran optimum reaktor fotokatalitik guna mendegradasi zat warna
Methylene Blue 5 ppm. Dalam penelitian ini, digunakan TiO2 Degussa P 25 dengan
penambahan zat aditif PEG guna memperbaiki sifat-sifat katalis. Penelitian ini
menggunakan dua varibel yaitu varibel pertama adalah lama penyinaran, dengan 7 variasi waktu.
Varibel kedua adalah jumlah kolom gelas dengan 6 variasi kolom gelas. Setelah
dilakukan proses degradasi, absorbansi Methylene Blue diukur menggunakan
spektrofotometer UV-Vis dan produk degradasi yang terbentuk pada kondisi
optimum diidentifikasi menggunakan GC-MS. Dari hasil penelitian didapatkan
kondisi optimum reaktor fotokatalitik
yaitu pada jumlah kolom gelas 10 buah dan lama penyinaran selama 6 jam. Pada
kondisi ini diperoleh persentase degradasi sebesar 79,49 %. Hasil karakterisasi
dengan XRD menunjukkan TiO2 Degussa P-25 merupakan campuran anatase dan rutile
dengan ukuran Kristal sebesar 20,571558 nm. Identifikasi dengan GC-MS
menunjukkan banyak puncak yang saling tumpang tindih yang menandakan Methylene
Blue telah mengalami degradasi.
Penulis: Rezki Pratama, Hardeli,
Yerimadesi
Kode Jurnal: jpkimiadd120236