PEMBUATAN METIL ESTER ASAM LEMAK DARI CPO OFF GRADEDENGAN METODE ESTERIFIKASI-TRANSESTERIFIKASI
ABSTRAK: Metil ester
lemak merupakan senyawa
ester alkil yang
berasal dari minyak
nabati dengan alkohol yang
dihasilkan melalui proses esterifikasi/transesterifikasi dan mempunyai sifat
fisika mendekati minyak solar
diesel. Secara umum,
metil ester dibuat dari
reaksi transesterifikasi, yakni
reaksi alkohol dengan
trigliserida membentuk metil
ester dan gliserol
dengan bantuan katalis basa.
Namun, reaksi tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar asam lemak bebas yang terkandung
dalam trigliserida. Reaksi esterifkasi
merupakan merupakan suatu reaksi antara asam karboksilat dan alkohol
membentuk ester denganbantuan katalis asam. Dalam penelitian ini, bahan baku
CPO Off Grade lapisan atas dengan kadar asam lemak bebas sebesar 5.838 %. Dan pengertian
esterifikasi diacu sebagai
reaksi antara asam
lemak bebas dengan
alcohol membentuk metil ester dan air dengan bantuan katalis asam. Untuk
mendapatkan yield yang baik, dalam laporan ini dilakukan metode reaksi bertahap,
yakni reaksi esterifikasi, kemudian diikuti dengan reaksi transesterifikasi.
Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan
200gr trigliserida dan metanol
dengan bantuan katalis asam
pada tahap esterifikasi
dan katalis basa
pada tahap transesterifikasi. Metode yang
digunakan pada tahap
esterifikasi adalah dengan
memvariasikan komposisi metanol-asam sulfat
dalam reaksi, yang
nantinya dari tiap
sampel dapat dianalisis
densitas, pH, FFA, dan
API 60oF. Melalui
percobaan di dapat
bahwa komposisi terbaik
untuk mengkonversi asam lemak bebas dalam trigliserida menjadi metil
ester adalah komposisi pada sampel 2. Untuk selanjutnya, digunakan sampel 2
sebagai bahan baku tahap transesterifikasi. Metode yang dilakukan pada tahap transeterifikasi adalah memvariasikan rasio trigliseridametanol
dengan rasio mol 1 : 2, 1 : 4, dan 1 : 6 dengan jumlah katalis KOH 0.8 %, 1%,
dan 1.2 % pada masing-masing rasio yang nantinya dari tiap sampel dapat dianalisis
kadar air, FFA, pH, dan angka penyabunan. Melalui percobaan didapat yield yang
paling baik pada rasio 1 : 6 dengan jumlah KOH 1 %, yakni sebesar 81,94 % atau
163.88 gram.
Penulis: Susila Arita, Meta
Berlian Dara, Jaya Irawan
Kode Jurnal: jpkimiadd080043