PEMANFAATAN TEKNOLOGI SONIKASI TAK LANGSUNG DALAM RANGKA PRODUKSI KITOSAN
Abstrak: Keberhasilan produksi
kitosan dengan metode termokimiawi telah diketahui. Kitosan dihasilkan melalui
proses deasetilasi kitin menggunakan alkali kuat pada konsentrasi tinggi, suhu
tinggi, dan waktu yang lama. Inovasi teknologi diperlukan untuk mendapatkan
proses produksi kitosan yang lebih efisien dengan hasil optimal. Ultrasonikasi-kimia
adalah inovasi teknologi yang digunakan pada penelitian ini dalam
rangkaproduksi kitosan berbasis limbah udang dengan memanfaatkan gelombang
ultrasonik 42 kHz. Sejumlah kitin (2 g) ditambahkan larutan NaOH dengan variasi
konsentrasi antara 55-70% menurut rasio tertentu dalam erlenmeyer yang
terpasang pada ultrasonic bath bersuhu 70oC. Ultrasonik dijalankan dengan
berbagai variasi waktu (10-30 menit). Kitosan yang dihasilkan dicuci hingga
netral dan dikeringkan kemudian dianalisis derajat deasetilasinya menggunakan
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Interpretasi nilai derajat
deasetilasi dilakukan dengan metode baseline Sabnis and Block. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kondisi terbaik deasetilasi tercapai pada konsentrasi NaOH 70%
dan waktu reaksi 30 menit. Penggunaan gelombang ultrasonik untuk deasetilasi
mampu mereduksi waktu reaksi deasetilasi sehingga dapat dikatakan lebih
efisien. Hasil uji kualitas kitosan dengan parameter kadar air, kadar abu,
viskositas, dan derajat deasetilasi masing-masing adalah 9.94%, 0.34%, 3.2 cP,
dan 85.02%. Kitosan yang dihasilkan larut sempurna dalam asam asetat 1% dan
secara umum sesuai untuk aplikasi bidang pangan.
Penulis: Zainal Arifin
Kode Jurnal: jpkimiadd120157