OPTIMASI PERBANDINGAN MOLMETANOL/MINYAK SAWIT DAN VOLUME PELARUT PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN PETROLEUM BENZIN

ABSTRAK: Telah dilakukan pembuatan biodiesel melalui reaksi transesterifikasi metanol dan minyak sawit menggunakan pelarut petroleumbenzin dan katalis KOH. Reaksi dilakukan pada temperatur 60oC dengan waktu reaksi 25 menit yang dilakukan secara bertahap (tahap pertama15  menit dantahap kedua 10  menit). Variabel dalampenelitian ini adalah perbandingan mol metanol/minyak sawit (3:1, 6:1,dan 9:1) dan perbandingan volumepelarut terhadap volume minyaksawit (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; dan 1,2). Penentuan perbandingan mol dan volumepelarut optimumdidasarkan pada karakteristik biodiesel, yaitu: bilangan asam, viskositas kinematik, berat jenis,  dan kadar air. Karakteristik biodiesel hasil penelitian selanjutnyadibandingkan dengan karakteristik biodieselberdasarkan standar ASTM dan FBI. Hasil penelitian menunjukkanbahwa petroleumbenzin dapat digunakan sebagai pelarut pada pembuatan biodiesel. Kondisi optimumdiperoleh pada perbandingan  mol metanol/minyak sawit6:1, sedangkan perbandingan volume pelarut/minyak sawit optimum pada 0,2 (v/v).
Kata kunci: transesterifikasi, minyak sawit, pelarut, petroleumbenzin
Penulis: Abdullah, Rodiansono, Anggono Wijaya
Kode Jurnal: jpkimiadd070043

Artikel Terkait :