Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Sumber Karbon Pada Produksi Avicelase dan CMCase dari Bacillus circulans
Abstrak: Avicelase dan CMCase
mewakili aktivitas eksoselulase dan endoselulase, termasuk dua dari tiga jenis
selulase dalam sistem selulase yang dihasilkan oleh Bacillus circulans.
Ekspresi keduanya sangat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis sumber karbon dalam
media produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan konsentrasi
limbah pertanian terbaik untuk menghasilkan avicelase dan CMCase dari B.
circulans serta kemampuan sistem selulase tersebut untuk mendegradasi substrat
lignoselulosa. Limbah pertanian yang diteliti berupa ampas tebu, bonggol jagung
dan sekam. Limbah pertanian tersebut digunakan sebagai satu-satunya sumber
karbon pada media produksi. Avicel digunakan sebagai sumber karbon pembanding.
Aktivitas avicelase dan CMCase ditentukan berdasar jumlah gula pereduksi yang
dihasilkan dengan menggunakan metoda Somogy-Nelson. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa semua limbah pertanian yang diteliti berpotensi sebagai
sumber karbon yang lebih baik dibandingkan dengan avicel untuk produksi
avicelase dan CMCase dari B. circulans. Limbah pertanian yang terbaik adalah
ampas tebu. Penggunaan ampas tebu pada konsentrasi 0,5 % menghasilkan aviselase
dan CMCase sebesar 309,39 dan 405,48 U/mL. Sistem selulase yang dihasilkan
mampu mendegradasi ampas tebu, bonggol jagung dan sekam.
Penulis: Amrullah Hamdan
Rahmadani, Evi Susanti
Kode Jurnal: jpkimiadd130403