ISOLASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FUKOSANTIN DARI RUMPUT LAUT COKLAT Sargassum duplicatum Agardh dan Turbinaria decurrens Bory
Abstrak: Perairan laut
Indonesia memiliki sumber alam hayati yaitu rumput laut. Rumput laut memiliki
berbagai fungsi, seperti sumber makanan, karaginan, alginat, agar, maupun dalam
bidang kesehatan sebagai antioksidan alami. Antioksidan alami dari rumput laut
lebih menguntungkan, karena tidak memiliki efek samping seperti antioksidan
dari bahan kimia buatan. Studi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengevaluasi
aktivitas antioksidan fukosantin dari dua jenis rumput laut coklat, yakni
Sargassum duplicatum Agardh dan Turbinaria decurrens Bory dari perairan Pulau
Osi, Laut Banda, Maluku, Indonesia. Proses ekstraksi menggunakan metanol dan
dianalisis dengan metode Kromatografi Kolom, spektroskop UV tampak, dan
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).Pola spektra dari ekstrak murni S.
duplicatum dan T. decurrens menunjukkan kehadiran senyawa fukosantin.
Fukosantin diduga merupakan senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan
dievaluasi menggunakan2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH)pada panjang
gelombang 517 nm, dengan tiga kali ulangan. Nilai penghambatan antioksidan
diuji pada konsentrasi ekstrak 40, 80, 160, 320, 640 μg/mL. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai penghambatan T. decurrens selalu lebih besar pada semua
konsentrasi dibandingakn dengan nilai untuk S. duplicatum. Berdasarkan uji t,
nilai penghambatan T. decurrens secara signifikan (P<0,005) lebih besar
dibandingkan nilai untuk S. duplicatumpada konsentrasi 40, 80, 160, 320,
640μg/mL. Aktivitas antioksidan tertinggi dihasilkan oleh fukosantin dari T.
Decurrens dengan IC50sebesar 1436.62 μg/mL, sedangkan nilai IC50 untuk S.
duplicatumsebesar 2637μg/mL. Jadi ekstrak murni fukosantinT. decurrens
berpotensi menjadi antioksidan alami mulai dari konsentrasi 1436.62μg/mL,
sedangkan ekstrakmurni fukosantinS. duplicatummulai dari konsentrasi 2637μg/mL.
Penulis: Elsa Angelin Leuhery
Kode Jurnal: jpbiologidd140132