ENUMERASI TOTAL POPULASI MIKROBA TANAH GAMBUT DI TELUK MERANTI KABUPATEN RIAU

ABSTRAK: Teluk  Meranti  adalah  salah  satu  lahan  gambut  di  propinsi  Riau.  Sebagian  besar kawasan  ini telah  beralih  fungsi  menjadi  perkebunan kelapa  sawit,  hutan tanaman  industri (HTI), pertanian dan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari alih  fungsi  lahan  melalui  karakter  fisika-kimia  tanah  danmperhitungan  total  populasi mikroba.  Sampel  tanah  diambil  dari  8  lokasi  yang  berbeda  yaitu  hutan  primer  sebagai kontrol,  hutan  sekunder,  kebun  karet  (15  bulan),  hutan  karet(40-60  tahun),  kebun  kelapa sawit  (12-13    tahun),  akasia  (2-3  tahun),  ladang  jagung  dan  ubi  kayu.  Total  populasi mikroba dihitung  menggunakan  metode spread plate, sebagai  media pertumbuhan  bakteri, jamur dan aktinomisetes. Hasil penelitian untuk Kelembaban, temperatur tanah, persentase berat  kering  tanah,  kandungan  air,  berat  volume  tanah,  dan  pH  berkisar  antara  29,63-55,88%,  27-31,50C,  14,9-35,5%,  64,9-85,1%,  0,16-0,39  g/cm3,  dan  3,63-4,00,  berturut-turut. Total populasi bakteri kopiotrof berkisar antara 0,6x105 -1,8x105 CFU/g tanah dengan populasi  tertinggi  terdapat  di  kebun  sawit.  Total  populasi  bakteri  oligotrof  berkisar  antara 0,5x105  -1,4x105  CFU/g  tanah  dengan  populasi  tertinggi  terdapat  di  kebun  sawit.  Total populasi  jamur  berkisar  antara  0,4x105  -1,0x105  CFU/g  tanah  dengan  populasi  tertinggi terdapat  di  ladang  jagung.  Total  populasi  aktinomisetes  berkisar  antara  0,4x105  -10,7x105 CFU/g  tanah  dengan  populasi  tertinggi  terdapat  di  kebun  sawit.  Alih  fungsi  lahan meningkatkan  total  populasi  mikroba.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dampak  alih fungsi lahan berpengaruh terhadap total populasi mikroba.
Kata kunci: Alih fungsi lahan, Teluk Meranti, lahan gambut, total populasi mikroba
Penulis: Rahmi Fitria, Delita Zul, Bernadeta Leni F
Kode Jurnal: jpbiologidd140421

Artikel Terkait :