EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DAN GI (GROUP INVESTIGATION) PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KONSEP DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA MADIUN
Abstrak: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh masingmasing kategori model
pembelajaran, konsep diri dan interaksinya terhadap prestasi belajar matematika
siswa pada materi pokok persamaan garis lurus. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3 3. Populasi penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kota Madiun semester ganjil
tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik
stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 274
siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan
awal, tes prestasi belajar matematika, dan tes konsep diri siswa. Uji coba
instrumen meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda dan
reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan Lilliefors dan
uji homogenitas variansi menggunakan metode Bartlett. Uji keseimbangan
menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis
menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan
pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) model pembelajaran
kooperatif tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik
dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran
konvensional, serta model pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi
belajar matematika lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. (2)
prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri sedang lebih baik
dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat,
prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah lebih baik
dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri kuat dan
prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya dengan prestasi belajar
matematika siswa dengan konsep diri lemah. (3) pada model pembelajaran
kooperatif tipe TAI, GI dan konvensional prestasi belajar matematika siswa
dengan konsep diri sedang lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika
siswa dengan konsep diri kuat, prestasi belajar matematika siswa dengan konsep
diri lemah lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa dengan
konsep diri kuat dan prestasi belajar matematika siswa sedang samabaiknya
dengan prestasi belajar matematika siswa dengan konsep diri lemah. (4) pada
siswa dengan konsep diri kuat, sedang dan lemah model pembelajaran kooperatif
tipe TAI memberikan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan model
pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran konvensional, serta model
pembelajaran kooperatif tipe GI memberikan prestasi belajar matematika lebih
baik dibandingkan model pembelajaran konvensional.
Penulis: Reza Kusuma Setyansah
Kode Jurnal: jpmatematikadd120059