EFEK MEDAN LISTRIK AC TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella Pneumoniae
Abstract: Penghambatan
pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniai pada ikan kembung dengan medan
listrik alternating current (AC) telah dilakukan. Medan Listrik AC yang
digunakan divariasi dari 0,38 kV/cm sampai 5 kV/cm dengan frekwensi 50 Hz,
sedangkan waktu paparan 10 menit.
Pada penelitian ini dilakukan penumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia
pada media NA selama 24 jam dan berikutnya ditumbuhkan pada medium NB dan ikan
yang sudah disterilkan selama 24 jam. Bakteri yang sudah ditumbuhkan pada
medium NB dan ikan kemudian dipapar dengan medan listrik AC dengan variasi kuat
medan yaitu dari 0,38 kV/cm sampai 5 kV/cm dengan waktu paparan 10 menit.
Sehabis dipapar bakteri ditumbuhkan pada medium NB selama 24 jam dan berikutnya
diencerkan dengan aquades untuk dihitung jumlah koloninya.
Hasil uji menggunkan univariate analysis of variance didapatkan nilai
signifisi 0,000 yang menunjukkan ada perbedaan yang signifikan untuk
masing-masing kuat medan listrik. Menggunakan statistic post hoc test diperoleh
bahwa dengan kuat medan 5 kV/cm mempunyai faktor hambat 0,99, sedangkan dengan
kuat medan 0,38
kV/cm mempunyai faktor
hambat 0,3. Terhambatnya pertumbuhan bakteri ini
disebabkan oleh karena membran seluler bakteri rusak, sehingga menyebabkan
keluarnya materi intraseluler. Kerusakan membran seluler disebabkan oleh
terjadinya elektroporasi yang dapat meningkatkan potensial membran. Semakin
tinggi medan listrik yang dikenakan, maka peningkatan tegangan transmembran
semakin tinggi.
Penulis: Mokhamad Tirono
Kode Jurnal: jpfisikadd130268