UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTIMIKROBA BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) YANG DIISOLASI DARI PROSES PERENDAMAN TEPUNG DALAM PEMBUATAN MIE “ LETHEK ” TERHADAP BAKTERI PATOGEN (Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923)
Abstrak: Bakteri Asam Laktat
(BAL) adalah bakteri yang menghasilkan
komponen antimikroba seperti asam organik, hidrogen peroksida, karbondioksida,
dan bakteriosin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Penelitian
ini bertujuan mengetahui kemampuan zat antimikroba 7 isolat BAL genus
Lactobacillus, Streptococcus, Leuconostoc, Pediococcus hasil isolasi dari
perendaman tepung gaplek dalam pembuatan mie “lethek” dan mengetahui jenis
senyawa antimikroba yang dihasilkan meliputi aktivitas penghambatan terhadap
bakteri Escherichia coli ATCC 25922dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan metode difusi. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimen, dengan mengetahui perbedaan daya hambat 7
isolat BAL. Parameter diambil dengan melihat perubahan diameter zona bening
yang terbentuk pada media sumuran serta Minimum Inhibitory Concentration (MIC)
terhadap bakteri patogen dengan menghitung jumlah sel hidup. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan
selama dua bulan dari bulan April hingga Mei 2013. Hasil penelitian menunjukkan
dari 7 isolat BAL yang diujikan mempunyai kemampuan penghambatan berbeda
terhadap bakteri uji. Nilai MIC yang dibutuhkan oleh BAL NB1 dalam menghambat
bakteri uji adalah 80% untuk penghambatan bakteri uji E. coli dan 90% untuk
penghambatan bakteri S. aureus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa senyawa antimikroba yang berpengaruh menghambat lebih ditentukan oleh
asam organik. Bakteri uji yang memiliki sensitifitas paling tinggi terhadap senyawa
antimikroba yang dihasilkan adalah E. coli dengan nilai MIC 80%.
Kata Kunci: Bakteri Asam
Laktat (BAL), Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Antimikroba, Zona hambat
Penulis: MUHAMAD ABIDIN
Kode Jurnal: jpbiologidd130395