PENGARUH EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrizha, R.) DAN BROTOWALI (Tinospora crispa, L.) TERHADAP PERTUMBUHAN KELENJAR PADA UTERUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrizha,
R.) dan ekstrak Brotowali (Tinospora crispa, L.) terhadap pertumbuhan kelenjar
uterus tikus putih (Rattus norvegicus,
L.). Penelitian eksperimen menggunakan 20 ekor tikus putih betina strain wistar
berusia 2 bulan. Tikus putih dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu P0: kontrol (0 mg
ekstrak Temulawak dan ekstrak Brotowali) ; kelompok P1 : pemberian dosis
ekstrak Temulawak 0,04 gr/200BB/hari dan ekstrak Brotowali 0,01 gr/200BB/hari;
kelompok P2: pemberian dosis ekstrak Temulawak 0,08 gr/200BB/hari dan ekstrak
Brotowali 0,02 gr/200BB/hari; kelompok P3: pemberian dosis ekstrak Temulawak
0,16 gr/200BB/hari dan ekstrak Brotowali 0,04 gr/200BB/hari. Masing-masing
kelompok terrdiri ari 5 ekor tikus. Hewan uji diberi perlakuan selama 21 hari.
Pemberian perlakuan dan pengambilan organ uterus untuk pembuatan preparat
dilakukan pada saat hewan uji fase estrus. Penentuan fase estrus ditentukan
dari hasil pegamatan vagina smears. Preparat diamati dengan mikroskop
perbesaran optik 100x untuk mengetahui jumlah kelenjar uterus pada kelompok
kontrol dan perlakuan. Jumlah kelenjar pada uterus dihitung dengan cara sensus
pada sayatan melintang uterus bagian distal, medium dan apikal. Data dianalisis
dengan menggunakan analisis non-parametrik Kruskal-Wallis untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh pemberian ekstrak Temulawak dan Brotowali terhadap
pertumbuhan kelenjar pada uterus tikus putih. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberian ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrizha, R.) dan Brotowali
(Tinospora crispa, L.) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah kelenjar
uterus tikus putih. Pada dosis P1 mempunyai rata-rata jumlah kelenjar tertinggi.
Penulis: FATICHATUSSAKDIYAH
Kode Jurnal: jpbiologidd130394