PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (C innamomum Burmanii , L.) TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit kayu manis terhadap perkembangan folikel ovarium tikus putih (Rattus norvegicus, L).
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Menggunakan 20 ekor tikus putih betina, strain Wistar, umur ±2 bulan dengan berat badan ±200 gram, dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing 5 ekor yaitu, P0 satu kelompok tanpa ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmanii, L.) digunakan sebagai kelompok kontrol. Tiga kelompok lain diberi ekstrak kulit kayu manis dengan dosis yang berbeda, masing-masing P1 (21 mg ekstrak kulit kayu manis), P2 (42 mg ekstrak kulit kayu manis), dan P3 (84 mg ekstrak kulit kayu manis). Pemberian ekstrak kulit kayu manis dilakukan selama 21 hari secara oral. Preparat ovarium dibuat dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung jumlah folikel ovarium yaitu, folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, folikel de Graff, folikel kropus luteum dan folikel atresia. Data dianalisis dengan (One Way Anova), jika terdapat perbedaan hasil, dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit kayu manis tidak berpengaruh nyata (p>0, 05) terhadap jumlah folikel primer, sekunder, korpus luteum dan atrsia ovarium tikus putih. Ekstrak kulit kayu manis berpengaruh secara signifikan (p<0, 05) terhadap folikel tersier dan folikel de Graff dengan dosis 84 mg/bb/hari (P3), untuk kelompok perlakuan P1 dan P2 tidak menunjukkan adanya perbedaan setelah dilakukan uji lanjutan LSD.
Kata kunci: Ekstrak kulit kayu manis, folikel ovarium, tikus putih
Penulis: NIKEN PUSPITA RINI
Kode Jurnal: jpbiologidd130408

Artikel Terkait :