PENGARUH LAMA WAKTU PEMAPARAN OBAT ANTI NYAMUK ELEKTRIK TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) BUNTING
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
pengaruh lama waktu
pemaparan obat anti nyamuk elektrik terhadap jumlah
eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus) bunting. Penelitian ekperimen ini menggunakan 20 ekor
tikus putih bunting galur wistar dengan berat tubuh 150-200 gram, usia
kehamilan 0 hari yang dibagi ke dalam empat kelompok yaitu 1 kelompok kontrol
dan 3 kelompok
perlakuan masing-masing kelompok
terdiri atas 5 ekor
tikus putih sebagai ulangan.
Kelompok kontrol yaitu
P0: pemaparan 4
jam/ hari dengan
arus listrik tanpa obat
anti nyamuk, dan
P1: pemaparan obat
anti nyamuk elektrik
4 jam/ hari,
P2: pemaparan obat anti
nyamuk 8 jam/hari,
P3: pemaparan obat
anti nyamuk 12
jam/hari, perlakuan
diberikan selama 20
hari. Darah diambil
menggunakan mikrohematokrit pada
sinus orbitalis dan ditampung
dalam tabung reaksi.
Penghitungan jumlah eritrosit
menggunakan metode counting chamber dan kadar hemoglobin menggunakan
metode Sahli. Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh lama waktu pemaparan obat
anti nyamuk terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan uji anava
satu jalur. Hasil penelitian diketahui bahwa tidak
adapengaruh terhadap jumlah
eritrosit dan kadar
hemoglobin tikus putih
bunting (p>0,05) setelahperlakuan 20 hari pemaparan obat anti
nyamuk elektrik. Hasil penelitian juga menunjukkan ada indikasi
kecenderungan kenaikan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada
perlakuan 4 jam/ hari dan penurunan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada
perlakuan 12 jam/ hari.
Penulis: Savitri
Ristanianingrum
Kode Jurnal: jpbiologidd130385