PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (Mus musculus)
ABSTRAK: Kangkung merupakan
jenis sayuran yang kaya beta karotin dan serat pangan. Kangkung dapat berperan
sebagai anti racun (antitoksik), anti radang, peluruh kencing, dan menghentikan
pendarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak
air kangkung (Ipomoea reptans Poir) terhadap jumlah eritrosit dan kadar
hemoglobin mencit (Mus musculus), serta untuk
mengetahui dosis ektrak air kangkung yang paling berpengaruh terhadap
jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari
1 faktor yaitu dosis ekstrak air kangkung dengan perlakuan yaitu A (1,25%
setara dengan dosis 0,125 gram/KgBB), B (2,5%
setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5
gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa
pemberian ekstrak air kangkung). Perhitungan jumlah jumlah eritrosit dan kadar
hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air kangkung.
Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung terhadap jumlah eritrosit
pada mencit dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar
perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis
varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air kangkung berpengaruh
terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada mencit. Dosis yang paling
berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air kangkung 1 gram/KgBB).
Kata Kunci: Ekstrak air kangkung,
Ipomoea reptans Poir, mencit (Mus musculus), jumlah eritrosit, dan kadar
hemoglobin
Penulis: Trianik Widyaningrum,
Annisa Andriyani
Kode Jurnal: jpbiologidd120330