PENERAPAN MODEL MULTIPLE DISCRIMINANT ANALYSIS UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2012)
ABSTRAK: Kebangkrutan
(financial distress) adalah keadaan dimana perusahaan tidak dapat membayar
kewajibannya pada kreditur saat jatuh tempo dan total hutang melebihi total
aktiva yang dimiliki. Upaya untuk menghindari kebangkrutan perusahaan dapat
dilakukan dengan memprediksi kebangkrutan. Salah satu model yang dapat
digunakan adalah Multiple Discriminant Analysis (MDA), model tersebut telah
dikembangkan oleh Altman dalam penelitiannya untuk memprediksi kebangkrutan
perusahaan. Teknik statistik yang digunakan adalah analisis diskriminan
menggunakan kelima variabel Altman yang terdiri dari working capital to total
assets, retained earning to total assets, earning before interest and tax to
total assets, market value equity to book value of total debt dan sales to
total assets. Sektor Industri Barang Konsumsi dipilih sebagai objek penelitian
karena berdasarkan laporan keuangan terdapat beberapa perusahaan yang mengalami
saldo (defisit) dalam mengakumulasikan laba ditahan untuk diinvestasikan
kembali. Data yang digunakan berupa laporan keuangan dan ICMD. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel independen yang digunakan
signifikan dalam membedakan perusahaan pada kelompok financial distress dan
kelompok non financial distress melalui Uji F dan Uji Wilks’ Lambda dengan
tingkat signifikasi < 0,05 dan rasio RE/TA (laba ditahan/total aktiva)
merupakan variabel independen yang paling dominan dalam membedakan kelompok financial
distress dan kelompok non financial distress.
Penulis: Retno Dewi Anggraeni
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd140113