PENERAPAN COLEK PIPI (COOPERATIVE LEARNING KO PICTURE AND PICTURE) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS IX-A SEMESTER 5 PADA MATERI KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME DI SMP NEGERI 26 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
ABSTRAK: Pembelajaran Biologi
akan lebih bermakna apabila menggunakan objek-objek yang dapat diamati salah
satunya adalah gambar. Menurut Anitah (2008 :1) media dapat diartikan sebagai
perantara / penghubung antara sumber pesan dan penerima pesan (informasi).
COLEK PIPI merupakan penggabungan dari model pembelajaran Cooperative Learning
dengan Picture and Picture yang dimodifikasi. Peningkatan prestasi dan kualitas
belajar siswa kelasIX-B pada materi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup yang
meliputi Adaptasi , Seleksi Alam dan Perkembangbiakan melalui penerapan COLEK PIPI (Cooperative Learning Ko Picture
and Picture) mengalami
peningkatan yang sangat
signifikan. Dalam pembelajaran ini
diharapkan siswa akan mengkonstruksi sendiri pengetahuannya,
mereka berusaha untuk menemukan sendiri pengelamannya (inkuiri) , melalui
diskusi (bertanya, menjawab), mereka belajar bersama (masyarakat belajar) dalam
diskusi baik kelompok maupun diskusi kelas. Selain itu mereka tampil didepan
kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya merupakan pemodelan, dimana siswa lain sebagai model yang
dapat ditiru oleh
siswa lainnya. Selain
itu juga dilakukan
penilaian yang sebenarnya
melalui lembar observasi tentang afektifitas siswa dalam KBM
dan dilakukan refleksi untuk mengetahui
sejauh mana pembelajaran yang telah meraka pahami, sejauh
mana pengetahuan siswa
melalui inkuiri, diskusi
serta presentasi siswa
dalam diskusi kelas.
Pada awal penelitian dilakukan
tes awal untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa diperoleh nilai sebesar 30,
pada siklus I meningkat menjadi 52, pada
siklus II sebesar
68,5 dan pada
siklus III sebesar
69,7. Adapun tingkat
ketuntasan pemahaman juga mengalami peningkatan dari tes awal
sebesar 21,4 %, pada siklus I sebesar 29 %, siklus II sebesar 57,1 % dan pada
siklus III sebesar 75 %. Dari kedua penilaian tersebut terjadi peningkatan dari
awal sebesar 30 menjadi 69,7 berarti
terjadi peningkatan dengan indeks sebesar 39 poin. Sementara ketuntasan
dari 52 % menjadi 75 % terjadi peningkatan dengan indeks sebesar 23 poin.Selain prestasi
dalam penelitian ini
juga dilakukan penilaian
atas kualitas belajar
yang meliputi afektifitas
siswa dalam diskusi , kemampuan
bertanya, kemampuan menjawab dan keberanian maju di depan kelas untuk
presentasi. Dalam siklus I diperoleh nilai afektif (dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas)
sebesar 40 %, kemampuan bertanya sebesar
21,4 %, kemampuan menjawab sebesar 17,9 % dan keberanian tampil di depan
kelas sebesar 17,9 %. Pada siklus II didapatkan nilai afektif rata-rata sebesar
53,6 %, kemampuan bertanya sebesar 32,1 %, kemampuan menjawab sebesar 25 % dan
keberanian tampil di depan kelas sebesar 32,1 %. Pada siklus III didapatkan
nilai afektif rata-rata sebesar 67,9 %, kemampuan bertanya sebesar 53,6 %,
kemampuan menjawab sebesar 46,4 % dan keberanian tampil di depan kelas sebesar
42,9 %.
Kata Kunci: konstrutivisme,
inkuiri, masyarakat belajar, refleksi, Cooperatif Learning, Picture and Picture
Penulis: Henny Riandari
Kode Jurnal: jpbiologidd130317