STRUKTUR DAN FUNGSI MANTERA PASCA MELAHIRKAN SASTRA LISAN MELAYU PINTAU KECAMATAN PULAU MAYA KARIMATA

Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan rima, fungsi, dan lingkungan penceritaaan mantera pasca melahirkan sastra lisan Melayu Pintau Kecamatan Pulau Maya Karimata Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi langsung. Melalui teknik komunikasi langsung peneliti melakukan pengumpulan data dengan berkomunikasi secara langsung dengan informan. Komunikasi langsung melalui wawancara. Wawancara digunakan dalam rangka mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung dengan informan. Berdasarkan hasil analisis, 1) rima yang paling dominan berdasarkan bunyi rima aliterasi. Sedangkan rima berdasarkan letak kata-kata dalam baris yang dominan rima datar. Dari kedelapan mantera yang paling dominan dan terdapat berbagai jenis rima adalah mantera sembor sireh dan mantera mandi nifas. 2) fungsi sosial menunjukan sikap tolong menolong antara sesama. fungsi religious menggambarkan suatu unsur kepercayaan akan adanya Tuhan dan makhluk gaib. 3) Lingkungan penceritaan meliputi: penutur, dituturkan, asal mula, dan syarat-syarat mantera pasca melahirkan.
Kata kunci: Mantera pasca melahirkan, struktur dan fungsi
Penulis: Rusifa Aini, Christanto Syam, Martono
Kode Jurnal: jppendidikandd140723

Artikel Terkait :