SOSIALISASI NILAI-NILAI KEBERAGAMAN SEBAGAI WUJUD PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SD TUMBUH 2 YOGYAKARTA

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi nilainilai  keberagaman  yang  diterapkan  di  SD  Tumbuh  2  Yogyakarta,  serta  untuk mengetahui  faktor  pendukung  dan  penghambat  dalam  pelaksanaan  di  SD  Tumbuh  2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.  Subyek penelitian ditentukan  dengan  teknik  purposive  sampling  yaitu  edukator  pihak  yang  terlibat langsung  dalam  pendidikan  multikultural  serta  kepala  sekolah  sebagai  pihak  yang berpengaruh  dalam  penerapan  kebijakan  serta  penciptaan  lingkungan  sekolah.  Teknik pengumpulan  data  dilakukan  melalui  observasi,  wawancara  dan  dokumen.  Validitas data  dilakukan  dengan  perpanjangan  pengamatan,  triangulasi  sumber  serta membercheck.  Sedangkan  analisis  data  yang  digunakan  yaitu  teknik  analisis  kualitatif model  interaktif  Miles  dan  Huberman.  Hasil  penelitian  mengungkapkan  bahwa  siswa SD Tumbuh 2 Yogyakarta  berasal dari  latar belakang  yang beragam baik  secara sosial maupun  budaya.  Strategi  selanjutnya  melalui  pemodelan  keteladanan  sikap  dari edukator  dan warga sekolah sebagai implikasi  nilai-nilai keberagaman seperti toleransi, tolong  menolong,  dan  menghargai  sesama.  Selain  itu,  dilakukan  melalui  beberapa strategi  pembelajaran,  diantaranya  diskusi  bersama  membahas  masalah  tertentu  yang dapat  dilakukan  pada  morning  dan  day  carpet,  minitrip,  serta  pentas  budaya  atau perayaan  hari  besar  keagamaan.  Media  pendukung  yang  digunakan  berbentuk  video, gambar,  buku  bacaan,  CD  bertemakan  pendidikan  multikultural,  dan  karya  siswa sebagai  media  pembelajaran  seperti  album  diversity,  diversity  corner,  wayang.  Faktor pendukung pendidikan multikultural yaitu  lingkungan sekolah yang beragam membuat siswa  melihat  langsung keberagaman  yang ada di sekitar  mereka, selain  itu kebijakan sekolah  yang  mendukung  terlaksananya  kegiatan  bertemakan  keberagaman  dijadikan kegiatan sekolah. Faktor penghambat  penanaman nilai-nilai keberagaman yang muncul diantaranya,  beberapa  orang  tua  siswa  tidak  memiliki  misi  yang  sama  dengan  pihak sekolah  dalam  pendidikan  multikultural  serta  dari  pihak  sekolah,  pemantapan  strategi pembelajaran pendidikan multikultural bagi edukator belum dilakukan secara maksimal.
Kata Kunci: Sekolah dasar, sosialisasi, pendidikan multicultural
Penulis: ROSIANA DWI TERIASIH
Kode Jurnal: jpsosiologidd140094

Artikel Terkait :