RELASI KUASA ANTARA PERHUTANI DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN DI BANYUMAS: KEPENTINGAN BISNIS VS COMMUNITY EMPOWERMENT
Abstract: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat dan Lembaga Masyarakat Desa
Hutan (LMDH) dalam merespons orientasi Perhutani yang memprioritaskan
pengembangan usaha (profits/bisnis) daripada pemberdayaan masyarakat desa
hutan. Pendekatan studi menggunakan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa LMDH tidak dilibatkan secara signifikan dalam perencanaan program
pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM). Lebih dari 12 tahun, Perhutani
masih menjadi aktor dominan dengan kekuasaan besar menentukan pemangku
kepentingan mana yang dikehendaki untuk terlibat dalam perencanaan programnya.
Akibatnya, LMDH (masyarakat) merasa Perhutani tidak lagi menganggap serius
peran LMDH dalam proses pengelolaan program-program PHBM. Dengan kata lain, peran
LMDH hanya ada diatas kertas tetapi realitasnya tidak banyak berperan.
Perhutani lebih fokus mengejar target keuntungan untuk kepentingan perusahaan
tetapi di pihak lain tidak meningkatkan pembagian peran dengan LMDH sebagai
mitra sejajar dalam program PHBM.
Penulis: Slamet Rosyadi,
Khairu Roojiqien Sobandi
Kode Jurnal: jpsosiologidd140140