POLA PENGASUHAN ANAK YANG DILAKUKAN OLEH SINGLE MOTHER (Kajian Fenomenologi tentang Pola Pengasuhan Anak yang Dilakukan oleh Single Mother di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh single
mother. Pendekatan penelitian ini deskriptif kualitatif dengan jenis
fenomenologi. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer yakni
wawancara dengan informan dan sekunder yakni observasi tempat dan peristiwa dan
studi pustaka.Teknik pengambilan cuplikan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah wawancara mendalam (in dept interviewing) dengan 10 informan. Uji
validitas data dengan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis
menggunakan model analisis data interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi
data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab single mother adalah
karena suami meninggal dunia, penyesuaian diri yang dihadapi oleh single mother
adalah dalam hal ekonomi dan juga pengganti figur yang hilang, alasan single
mother tidak menikah adalah karena ingin focus mengasuh anak dan karena faktor
usia, faktor yang mempengaruhi pola pengasuhan anak dalam keluarga single
mother adalah bukan karena meniru pola pengasuhan yang pernah didapatkan dari
orangtuanya dahulu saat masih kecil, pola pengasuhan yang digunakan single
mother mempengaruhi kepribadian anak. Anak cenderung bersikap penurut, rajin,
tidak pembangkang, serta patuh terhadap orangtua.
Simpulan dari penelitian ini adalah Ibu Rini, ibu Giyati, dan ibu Ngatmi
mengasuh anaknya dengan cara memberikan batasan waktu untuk bermain, menekankan
kedisiplinan, jika anak melanggar peraturan reaksi ibu adalah marah dan bahkan
mencubitanaknya. Anak selalu berada dalam pengawasan orangtua dan anak dituntut
untuk selalu patuh dengan orangtua, termasuk dalam pola asuh otoriter. Ibu
Parsi, ibu Sulasmi dan ibu Rumi mengasuh anaknya dengan cara tidak memberikan
peraturan untuk anak, tidak terlalu menekankan kedisiplinan untuk anak, dan
jika anak melakukan kesalahan reaksii bu hanyala hmenasehati anak. Anak
diberikan kebebasan untuk bertindak sesuai keinginan mereka sendiri, termasuk
dalam pola asuh permisif. Ibu Suharti, ibu Giyani, dan ibu Samikem mengasuh
anaknya dengan cara memberikan peraturan dan disiplin waktu untuk anak-anaknya
secara seimbang dan tidak terlalu menekan, jika anak melakukan kesalahan maka
reaksi ibu adalah menasehati dan memberikan pengertian supaya anak tidak
melakukan kesalahan yang sama. Anak berada dalam pengawasan orangtua namun
tidak selalu dikendalikan olehorangtua, termasuk dalam pola pengasuhan
demokratis.
Penulis: HERMIA ANATA RAHMAN
Kode Jurnal: jpsosiologidd140125