Persepsi dan Perilaku Mahasiswa dalam Pendidikan Karakter (Studi Kasus Di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk (1)
mengetahui persepsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial terhadap pendidikan karakter
dalam pelaksanaan visi FKIP
UNS, (2) mengetahui
strategi penerapan visi
FKIP UNS berkarakter kuat
dan cerdas di
jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial dan (3)
mengetahui perilaku mahasiswa
di jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai
proses dan hasil penerapan visi FKIP UNS tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan
di Jurusan P
IPS FKIP UNS.
Penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan
strategi studi kasus tunggal
terpancang. Sumber data
berasal dari mahasiswa,
dosen dan pimpinan Jurusan P
IPS, serta pimpinan
FKIP. Teknik pengambilan
informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Sedangkan
teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu wawancara,
observasi langsung, dan
analisis dokumen. Untuk
meningkatkan kesahihan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data yaitu triangulasi
sumber. Tahapan analisis
interaktif penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: (1) Pemahaman
informan mengenai penjabaran visi berkarakter kuat dan cerdas sangat
beragam. Namun hal ini disepakati sebagai
kriteria ideal yang
harus ada dalam
kepribadian pendidik, yang diharapkan
dimiliki oleh mahasiswa
FKIP sebagai calon
guru. Berkarakter kuat dan
cerdas dijabarkan sebagai
keseimbangan antara IQ,
SQ, dan EQ
yang mampu diaplikasikan dalam
pemikiran, sikap, maupun
perilaku praksis dalam kehidupan sehari-hari,
yang mengarah pada
perubahan positif bagi
dirinya dan orang lain.
(2) Untuk membentuk
calon pendidik yang
berkarakter kuat dan cerdas,
pendidikan karakter dilaksanakan
secara bertahap melalui
kurikulum, program dan kebijakan,
penciptaan lingkungan yang
sehat dan kondusif, keteladanan serta pengawasan.
Pendidikan karakter bukan merupakan mata kuliah khusus, melainkan terintegrasi
dalam kurikulum. Dosen berperan penting
sebagai figur teladan bagi mahasiswa. (3) Pendidikan karakter belum
dilaksanakan secara optimal di jurusan P IPS, karena terlalu menekankan segi
fisik yang diatur melalui kebijakan
seragam, di mana
hal ini masih
menimbulkan pro kontra.
Pendidikan karakter juga terhambat
karena budaya non-edukatif
seperti kecurangan mahasiswa
dalam ujian dan tugas yang dianggap
wajar. FKIP belum menetapkan kriteria resmi evaluasi pendidikan karakter,
sehingga penilaian keberhasilan hanya sampai
pada pengamatan individual.
Mahasiswa belum mengaplikasikan nilai-nilai berkarakter kuat dan cerdas
secara optimal, karena kurang paham atas makna berkarakter kuat
dan cerdas, belum
terbentuknya kesadaran pribadi,
belum ada contoh yang bisa
diteladani, serta kurang ada sosialisasi lebih lanjut terkait dengan program
dan kebijakan.
Penulis: Diptasari Wibawanti
Kode Jurnal: jpsosiologidd130190