MAKNA TRADISI “DEKAHAN” BAGI MASYARAKAT DESA PAKEL (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Masyarakat Melestarikan Tradisi Dekahan Dan Perilaku Sosial Yang Ada Didalamnya Pada Masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahuimakna tradisi Dekahan, serta alasan dan perilaku
sosial yang ada dalam tradisi Dekahan di Desa Pakel.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis. Sumber data yang diperoleh dari studi pustaka, peristiwa atau
aktivitas, tempat/lokasi dan informan. Teknik pengambilan cuplikan dengan
Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara
mendalam (in deep interview), observasi dan dokumentasi. Uji validitas data
dengan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis menggunakan model
analisis data interaktif.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, (1) Masyarakat memiliki pemaknaan
sama terhadap tradisi Dekahan yaitu sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan Yang
Maha Esa atas berkah, keselamatan dan ketentraman seluruh warga desa dari mara
bahaya. Selain itu sebagai tempat untuk berkumpul antar sesama warga desa . (2)
Alasan masyarakat masih melestarikan tradisi Dekahan yaitu untuk menjaga
tradisi dan kebudayaan lokal sehingga tidak hilang, selain itu karena kepercayaan
masyarakat terhadap mitos yang masih kuat tentang adanya dhanyang desa yang
akan marah jika tidak dilakukan tradisi Dekahan. (3) Adapun perilaku sosial
yang terdapat dalam tradisi Dekahan yaitu perilaku bersedekah, saling
menghormati, menjaga kerukunan, dan menunjukkan eksistensi diri.
Penulis: Mira Augristina
Kode Jurnal: jpsosiologidd140131