IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL (Studi di Kampoeng Dolanan Nusantara, Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang)

Abstrak: Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan multikultural pada anak melalui permainan  tradisional  di  Kampoeng  Dolanan  Nusantara.  Tujuan  penelitian  ini untuk  mengetahui  media  permainan  tradisional  apa  saja   yang  digunakan  untuk mengimplementasikan  pendidikan  multikultural  pada  anak,  bagaimana  proses implementasi  tersebut,  serta  apa  saja  faktor  pendorong  dan  penghambat  proses implementasi pendidikan multikultural melalui permainan tradisional. Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  kualitatif  deskriptif.  Subyek penelitian  ini  adalah  pihak  pengelola,  laskar,  dan  pengunjung  Kampoeng Dolanan  Nusantara,  yang  ditentukan  melalui  teknik  purposive  sampling.  Data penelitian  diperoleh  melalui  teknik  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi. Validitas  dan  reliabilitas  data  diperoleh  dari  teknik  triangulasi  sumber,  diskusi dengan  ahli,  dan  pemeriksaan  sejawat.  Data  yang  telah  terkumpul  selanjutnya dianalisis dengan tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  pendidikan  multikultural  di  Kampoeng Dolanan Nusantara diimplementasikan menggunakan media permainan tradisional seperti  gasing,  wayang,  gobag  sodor,  dakon,  lagu-lagu  dolanan dan  lain-lain. Proses  implementasi  tersebut  diawali  dengan  tahap  pengenalan  dan  dilanjutkan tahap bermain. Nilai toleransi, kebersamaan, keadilan, empati, dan demokrasi ikut terimplementasi  bersama  dengan  sejumlah  fungsi  dan  tujuan  pendidikan multikultural.  Kegiatan  pembelajaran  yang  menyenangkan  dan  keunikan permainan tradisional yang ada di sana, mampu mendorong terlaksananya proses implementasi  pendidikan  multikultural.  Namun  masih  terdapat  kekurangan fasilitas penunjang dan alat permainan di Kampoeng  Dolanan Nusantara, dan hal itu menjadi hambatan dalam proses implementasi pendidikan multikultural pada anak.
Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Permainan Tradisional, Kampoeng Dolanan Nusantara
Penulis: NURUL AZIZAH
Kode Jurnal: jpsosiologidd140101

Artikel Terkait :