GERAKAN LSM KOLING PADA UPAYA KONSERVASI HUTAN DIENG TAHUN 2000-2010
Abtract: Munculnya berbagai
macam bencana alam di berbagai bela-han dunia mengindikasikan akan betapa alam
telah rusak dan terdegradasi. Degradasi lingkungan yang terjadi ini telah
ban-yak menarik perhatian para gerakan pemerhati lingkungan termasuk juga
kalangan LSM. Concern pada isu lingkungan kini memang bukan hal baru lagi di
kalangan LSM. Berbagai gerakan lingkungan mereka lakukan untuk mewujudkan lingkungan
yang sustainable. Begitu pula LSM Koling yang sejak tahun 1999 telah berjuang
dalam memperbaiki kebi-jakan pengelolaan hutan Wonosobo. Ideologi gerakan LSM ini
menjadi penentuan bagaimana mereka menyusun strategi dan kegiatan dalam
perjuangan isu lingkungan (kehutanan) di Wonosobo. Dengan cara pandang
sosiologis yakni para-digma gerakan sosial, penelitian dilakukan guna
menganalisa bagaimana paradigma gerakan LSM Koling menentukan gerak langkahnya
yang kemudian dipresentasikan pada setiap program dan kegiatan yang
dilakukannya. Teori yang dipakai untuk menganalisanya adalah dengan teori model
gerakan LSM lingkungan Heyden dan pemikiran Mansour Fakih tentang paradigma
LSM. Hasil akhir diperoleh kesim-pulan bahwa; (1) LSM Koling adalah gerakan
lingkungan yang bervisi pada tercapainya pengelolaan sumber daya alam
(khu-susnya pengelolaan sumber daya hutan) yang berbasis pada pemberdayaan dan
kesejahteraan masyarakat, (2) gerakan-gerakannya lebih cenderung berparadigma
moderat/reformis meski terkadang juga berparadigma liberal/transformatif, (3)
dengan analisis konsep model gerakan NGO lingkungan Heyden, Koling lebih
mendekati pada model strategi instru-mental dan sub-kultural.
Penulis: Muntobingul Rojbiyah
Kode Jurnal: jpsosiologidd130169