FENOMENA KEHIDUPAN ANAK PEKERJA OJEK PAYUNG DI MALIOBORO
Abstrak: Fenomena anak
pekerja ojek payung
merupakan fenomena yang
menarik untuk di
teliti karena seorang anak yang notabenenya masih dibawah umur belum
sepenuhnya bisa berfikir logis tentang dampak yang ditimbulkan dari
tindakanmereka. Perilaku anak tergantung pada pengawasan, dan
arahan dari orang
tua maupun masyarakat
di lingkungan anak
serta pengaruh yang berasal dari teman sebaya atau teman sepermainannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui faktor apa saja yang melatar belakangi
anak-anak bekerja menjadi pekerja ojek payung, 2) Mengetahui apa dampak yang
ditimbulkan anak dari bekerja menjadi pekerja ojek payung. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif
deskriptif. Sumber utama
dari penelitian ini adalah anak yang bekerja menjadi pekerja
ojek payung. Sumber data diperoleh melalui katakata dan
tindakan, sumber tertulis,
dan foto. Teknik
pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling
dan snowball sampling.
Teknik validitas data
dilakukan dengan triangulasi
sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisi kualitatif
model interaktif sebagaimana diajukan oleh Miles dan Hubberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor yangmelatarbelakangi anak
bekerja menjadi pekerja ojek payung
adalah karena faktor
lingkungan, keluarga, dan
ekonomi yang lemah. Anak
pekerja ojek payung
hanya bekerja pada
saat hujan saja
dan mereka bekerja
diluar waktu sekolah. Pada
saat musim kemarau
dan untuk tetap
memenuhi kebutuhannya, anak pekerja ojek payung ini masih meminta
orang tuanya.Akan tetapi, orang tua hanya memberi uang untuk
ke sekolah saja,
jika anak meminta
uang untuk jajan
atau untuk membeli keperluannya jarang
dipenuhi. Maka dari
itu, anak-anak melakukan
pekerjaan lain seperti ikut
membuat gelang dan
kalung, menjadi dancer,
dan ada yang
harus membantu orang tuanya demi untuk mendapatkan uang yang
digunakan untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak tercukupi oleh orang tua.
Hanya ada beberapa anak saja yang melakukan pekerjaan lain. Anak-anak yang
tidak melakukan pekerjaan
lain akan menahan
keinginannya untuk jajan atau untuk membeli apa yang mereka
inginkan yang akhirnya mereka hanya menghabiskan waktunya dengan
bermain bersama teman-teman
yang lain. Dampak
sosial yang muncul akibat anak bekerja yaitu dampak
positif seperti mereka mendapatkan tambahan penghasilan yang dapat
membantu memenuhi kebutuhan
hidupnya yang tidak
tercukupi oleh orang tuanya, mereka juga bisa membantu
mencukupi kebutuhan keluarganya dan dampak negatif seperti yang terjadi pada
bidang kesehatan, pendidikan, dan terjadinya konflik.
Penulis: KURNIA DWI SULISTIANI
Kode Jurnal: jpsosiologidd140099