EKSISTENSI KESENIAN INCLING DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus Di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo)
ABSTRAK: Tujuan dari
penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui eksistensi kesenian Incling di
masyarakat Somongari dalam era modernisasi (2) untuk mengetahui upaya yang
dilakukan untuk melestarikan kesenian Incling. Lokasi penelitian ini dilakukan
di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, dengan alasan
sampai saat ini masih mempertahankan dan melestarikan kesenian Incling sebagai
warisan budaya daerah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus.
Sumber data utama diperoleh dari wawancara dengan informan, sedangkan sumber
data lainnya diperoleh dari observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan 10 informan yang
terdiri dari ketua, tokoh masyarakat, pemain, pemerintah desa, dan pemerintah
daerah (DIKBUDPORA) Purworejo. Uji validitas data menggunakan trianggulasi
data. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa (1) eksistensi
kesenian Incling dalam era modernisasi adalah tetap mempertahankan dan
melestarikan kesenian Incling sesuai dengan tradisi nenek moyang. Kesenian
Incling tidak terpengaruh oleh arus modernisasi yang selalu menuntut
perkembangan. Walaupun masyarakat Somongari telah mengenal modernisasi dalam
perubahan kehidupan dan pola pikir mereka telah mengkuti perkembangan jaman,
akan tetapi mereka tetap menjaga kelestarian kesenian tradisional seperti yang
diwariskan leluhur, dan terbukti masih tetap eksis di era modernisasi.
Eksistensi kesenian Incling juga membawa dampak terhadap perkembangan
masyarakat yang mengalami perubahan sosial ditengah arus modernisasi. Berbagai
kegiatan yang diadakan oleh paguyuban dapat mengubah kebiasaan negatif dari
masyarakat Somongari terutama kaum muda untuk lebih terarah dan mendapatkan
kegiatan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. (2) Upaya yang
dilakukan oleh masyarakat, paguyuban dan pemerintah adalah dengan mengajak
generasi muda untuk melestarikan kesenian Incling, mengadakan berbagai kegiatan
yang membawa dampak positif, masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang
diadakan oleh paguyuban, serta pemerintah desa dan pemerintah daerah memberikan
fasilitas-fasilitas bagi setiap paguyuban yang tentunya menunjang eksistensi
kesenian Incling di era modernisasi.
Penulis: Bella Andrea
Permatasari
Kode Jurnal: jpsosiologidd140116