APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR BERMAIN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 NGUTER TAHUN AJARAN 2012 / 2013
Abstract: Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui keefektifan aplikasi model pembelajaran kooperatif
tipe TGT dan membandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan
pendekatan konvensional terhadap hasil belajar bermain bolavoli siswa kelas IX
SMP N 3 Nguter Tahun Ajaran 2012/2013.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi (PEK). Penelitian
dilaksanakan dengan desain Pretest-Postest Non-Equivalent Control Group. Subjek
penelitian adalah siswa kelas IX SMP N 3 Nguter yang berjumlah 52 siswa. Dalam
penelitian ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok kontrol sebanyak 26 siswa
dan kelompok eksperimen sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data dengan tes
keterampilan bolavoli servis, passing dan smash (Depdiknas, 2003), tes membuat
keputusan taktik dan pelaksanaan keterampilan yaitu dengan GPAI (Game
Performance Assesment Instrument) dan lembar observasi atau lembar pengamatan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Dari segi
proses, model pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk membelajarkan bermain bolavoli
adalah efektif. Keefektifan penerapan bermain seperti ditunjukan oleh
hasil-hasil analisis data, a) Analisis data dengan lembar observasi terhadap
kegiatan siswa dalam proses pembelajaran selama 4 kali pertemuan, bahwa
sebagian besar siswa termasuk dalam kategori baik sekali sebanyak 3 siswa atau
11,54%, kategori baik sebanyak 5 siswa atau 19,23% dan cukup sebanyak 18 siswa
atau 69,23%. Dalam pembelajaran konvensional tidak dapat dilaksanakan observasi
saat pembelajaran berlangsung, karena pembelajaran tidak terdesain dengan rinci
sebagaimana pada kelompok eksperimen. b) Dari analisis perbandingan hasil skor
pretest dan posttest, siswa dikatakan tuntas belajarnya apabila berada dalam
kategori baik sekali, baik dan sedang. Pada kelompok kontrol saat pretest siswa
yang tuntas sebanyak 3 siswa atau 11,53% setelah mendapatkan perlakuan
(posttest) meningkat menjadi 13 siswa atau 50,00% dari 26 siswa. Sedangkan pada
kelompok eksperimen saat pretest siswa yang tuntas sebanyak 4 siswa atau 15,38%
setelah mendapatkan perlakuan (posttest) meningkat menjadi 25 siswa atau 96,15%
dari 26 siswa. (2) Dari segi produk, atau peningkatan hasil belajar bermain
bolavoli juga menunjukan bahwa pembelajaran permainan bolavoli dengan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada pendekatan secara
konvensional.
Berdasarkan hasil uji kesamaan dan uji kesejajaran ternyata dua model
regresi linier tidak sama, namun sejajar. Oleh karena itu dapat disimpulkan
bahwa ada perbedaan hasil belajar bermain bolavoli antara pembelajaran
koopertaif tipeTGT dengan pendekatan konvensional. Konstanta garis regresi
kelompok eksperimen adalah 5.744. Konstanta ini lebih besar dari konstanta
garis regresi kelompok kontrol yaitu 3.074. Secara geometris garis regresi
kelompok eksperimen diatas garis regresi kelompok kontrol. Dari rata-rata hasil
tes akhir siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT
adalah 15,42 sedangkan rata-rata test akhir siswa yang belajar dengan
pendekatan konvensional adalah 12,57. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar
bermain bolavoli dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik
dibanding hasil belajar bermain bolavoli dengan pendekatan konvensional.
Penulis: WACHIT NUGROHO
Kode Jurnal: jppendidikandd130527