Status kesehatan dan proteksi diri ditinjau dari strategi mengatasi rasa sakit dan pusat kendali pada remaja
Abstraksi: Problem kesehatan remaja di sekolah banyak di
jumpai tetapi kurang memperoleh perhatian. Usaha prevensi dan promosi kesehatan
di kalangan anak dan remaja merupakan issu penting untuk peningkatan
kesejahteraan mereka di masa sekarang dan di masa depannya. Status kesehatan mereka
pada dasarnya berkaitan dengan perilakunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh lokus kendali dan strategi mengatasi rasa sakit terhadap
proteksi diri dan status kesehatan. Penelitian melibatkan 150 siswa SMP usia
antara 12-16 tahun (M=14.52, SD=2.65) terdiri dari 75 siswa laki-laki dan 75
siswa perempuan. Sebagian besar adalah dari keluarga kelas social menengah. Data
dikumpulkan dengan skala Locus of Control Scale, Body Investment Scale, Pain
Respon Invertory, dan Daftar Cek Masalah. Analisa data menggunakan analisis
korelasi dan regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan lokus kendali
individu mempengaruhi strategi dalam mengatasi rasa sakit (F=0.922, p<0.01),
tetapi tidak mempengaruhi proteksi diri dan status kesehatan. Strategi
mengatasi rasa sakit mempengaruhi proteksi diri (F=7.785, p<0.01) dan status
kesehatan (F=4.888, p<0.05), dan proteksi diri mempengaruhi status kesehatan
(F=6.681, p<0.05). Berdasarkan hasil analisis ini direkomendasikan agar
dalam meningkatkan status kesehatan remaja perlu dapat dilakukan melalui kemampuan
remaja dalam melakukan proteksi diri, pembinaan dalam strategi mengatasi rasa
sakit, dan lokus kendali. Implikasi hasil penelitian ini terhadap
penyelenggaraan konseling kesehatan, intervensi promosi dan prevensi kesehatan
untuk remaja di sekolah.
Penulis: Latipun, Dwi Sari
Usop, Siska Andri Ekaningrum Universitas Muhammadiyah Malang
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan130027