RELASI KEKUASAAN DALAM BUDAYA MELAYU RIAU

Abstrak: Relasi Kekuasaan dalam Budaya Melayu Riau. Penelitian ini menggambarkan mengenai pengaruh pergeseran makna relasi kekuasaan budaya Melayu terhadap sistem kekuasaan pemerintah di Riau. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang diartikan sebagai proses pemecahan masalah yang diselidiki dengan melukiskan keadaan subjek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yangtampak atau bagaimana adanya. Lokasi penelitian berada di Provinsi Riau dan penulis me-ngumpulkan data-data penelitian dari beberapa buku, ensiklopedia, jurnal, media massa,  dan wawancara mendalam dengan informan penelitian, yaitu tokoh-tokoh budaya Melayu Riau.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa menurut budaya Melayu kriteria seorang penguasasebagai penggerak kekuasaan secara dasar adalah seorang pemimpin harus menganut agamaislam. Hubungan kekuasaan dengan kebudayaan Melayu Riau adalah sebagai berikut bahwapemerintahan Melayu harus mengikutsertakan semua komponen terkait, transparan dan bertanggung jawab, efektif dan adil, menjamin adanya supremasi hukum, serta memperhatikan kepentingan masyarakat secara sosial, politik, dan ekonomi.
Kata Kunci: budaya Melayu, kepentingan masyarakat, praktik politik, relasi kekuasaan
Penulis: Aprizal dan Ali Yusri
Kode Jurnal: jphukumdd130610

Artikel Terkait :