KETERWAKILAN ETNIS DALAM KEPEMIMPINAN POLITIK PASCA ORDE BARU
Abstrak: Tulisan ini
ber-tujuan mengkaji keterwakilan politik etnis Dayak dan Melayu dalam
kempemimpinan di Kalimantan Barat pasca rejim Orde Baru dengan pendekatan
kualitatif. Sumber data dalam kajian ini berdasarkan data primer dan sekunder.
Data primer diperoleh melalui kaedah wawancara mendalam dengan informan
terpilih. Manakala data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dan surat
kabar. Tulisan ini menggunakan kerangka konseptual Lijphart (1984) tentang
consociational democracy, Gurr (1994) tentang ethnopolitic dan pendekatan
instrumentalism. Kajian ini mengidentifikasi beberapa faktor penting yang
mempengaruhi munculnya politik identitas di Kalimantan Barat antara lain, faktor
struktural, keadaan politik, ketidakberimbangan perwakilan politik, dan
stereotip etnik. Bagai-manapun faktor keadaan politik dan ketidakberimbangan
perwakilan etnik dalam kekuasaan penyebab utama munculnya politik identitas.
Hasil kajian ini menunjukkan terjadinya politik identitas etnis dan agama juga
berpengaruh kepada bentuk keterwakilan politik di Kalimantan Barat.
Penulis: Jumadi dan Mohd.
Rizal Yaakop
Kode Jurnal: jphukumdd130611