Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Revitalisasi Gerakan Pramuka
Abstrak: Tujuan penelitian ini
adalah: (1) Untuk medeskripkan apa yang dilakukan untuk merevitalisasi gerakan
pramuka, (2) Untuk medeskripkan proses penguatan pendidikan karakter melalui
revitalisasi gerakan pramuka di SMP Negeri 1 Trucuk Kabupaten Klaten.(3) Untuk
medeskripkan kendala yang dihadapi sekolah dalam revitalisasi gerakan pramuka
sebagai penguatan penddikan karakter di SMP Negeri 1 Trucuk Kabupaten Klaten.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji informasi tentang
penguatan pendidikan karakter melalui revitalisasi gerakan pramuka siswa SMP
Negeri 1 Trucuk, Kabupaten Klaten. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus,
yang diharapkan mampu mengungkapkan dan memahami kenyataan-kenyataan yang
terjadi secara intesif dan mendalam yang berkenaan dengan fenomena di atas.
Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi,
dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menujukan bahwa: (1) Model yang
diterapkan untuk merevitalisasi kegiatan kepramukaan yaitu memantapkan
penerapan metode kepramukaan. Meliputi pengamalan kode kehormatan pramuka,
belajar sambil melakukan, sistem kelompok, kegiatan yang menantang dan meningkatkan
kesadar siswa untuk menanamkan tri satya dan dasar dharma pramuka
dilingkungannya setiap hari dan Nilai karakter yang dikembangkan dalam kegiatan
kepramukaan, yaitu jujur, cerdas, tangguh religius, peduli lingkungan dan
peduli; (2)Proses penguatan pendidikan karakter melalui revitalisasi gerakan
pramuka nilai-nilai karakter di SMP Negeri 1 Trucuk tidak semuanya kuat, tetapi
ada nilai karakter yang lemah yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, peduli
lingkunga dan peduli sosial, Nilai-nilai karakter ini yang perlu dikuatkan
melalui revitalisasi gerakan pramuka; (3) Hambatan-hambatan yang ada di dalam
kegiatan kepramukaan dalam penguatan pendidikan karakter pada siswa yaitu
faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu masalah SDM, meliputi: (a)
Mabigus belum terlibat secara mendalam dan menyeluruh; (b) pembina pramuka yang
laki-laki hanya satu pembina saja, karena tidak mempunyai bekal; (c)
Ketrampilan pembina masih belum mencukupi dalam kegiatan pramuka; dan 4)
Upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kendala-kendala revitalisasi
pramuka dalam penguatan pendidikan karakter yaitu dengan cara: (a) mengadakan
rapat evaluasi; (b) musyawarah mufakat; (c) melakukan koordinasi antara anggota
dengan Pembina. Untuk mengatasi siswa yang tidak mematuhi peraturan dengan cara
memberikan sanksi; dan (d) dari pihak sekolah akan mecari pembina pramuka dari
luar karena pembina pramuka didominan oleh prempuan.
Kata-kata kunci: Penguatan
Pendidikan Karakter, Revitalisasi, Gerakan Pramuka, Revitalisasi Gerakan
Pramuka
Penulis: Suyahman, Suprihatin
Kode Jurnal: jppendidikandd130304